Indonesia Jadi Tuan Rumah; The 2nd Regional Asean Forum On Non Communicable Diseases

Indonesia Jadi Tuan Rumah; The 2nd Regional Asean Forum On Non Communicable Diseases

Hotel Borobudur, Jakarta, Kabarindo- Satuan Tugas ASEAN pada NCD Forum (The 2nd Regional Asean Forum On Non Communicable Diseases ) yang digagas 2 tahun lalu di Manila, Filipina.

Yang mana forum ini memiliki tujuan untuk memperkuat dan meningkatkan inisiatif negara-negara anggota Asean dalam memerangi Penyakit Tidak Menular (PTM).

Pertemuan yang diselenggarakan di Jakarta kali ini, merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia, sebagai tuan rumah pertemuan penyakit tidak menular Regional ASEAN.

Kegiatan ini telah menunjukkan komitmen yang kuat dari negara-negara Asean untuk mencegah dan mengendalikan Penyakit Tidak Menular (PTM).
Mengingat beberapa waktu yang lalu tahun 2011, Majelis Umum PBB pada pertemuan Tingkat Tinggi PTM telah menghasilkan deklarasi yang menetapkan prioritas tinggi pencegahan dan pengendalian PTM dalam agenda pembangunan.

Adapun inisiasi pertemuan yang ke dua kalinya ini dilaksanakan, adalah berkaitan dengan pesatnya peningkatan insiden penyakit dan belum memadainya persiapan sistem kesehatan, sehingga setiap negara anggota Asean  mengalami kesulitan dalam menghadapi dan memerangi Penyakit Tidak Menular ini.

Seperti contohnya di negara Indonesia saja, ada 7,6 juta orang yang hidup dengan diabetes, dan sementara masih ada 12,6 juta orang yang pra diabetes.

Di negara yang sudah maju, mengenai penyakit menular seperti malaria, sebagian besar telah dibasmi atau dikendalikan, namun berbeda halnya dengan negara-negara berkembang, dimana  negara tersebut mempunyai beban ganda pada penyakit menular dan PTM yang sebagian besar disebabkan karena perubahan gaya hidup yang cepat, sehingga pada negara berkembang, bila hal ini tidak dilakukan intervensi, maka jumlah kematian akibat penyakit tidak menular ini, akan diperkirakan meningkat 15% antara tahun 2010 hingga 2020 mendatang.

Dan peningkatan terbesar masalah tersebut, dapat terjadi di beberapa wilayah negara berkembang seperti di negara Afrika, Mediterania Timur dan wilayah Asia Tenggara.

Indonesia, sebagai negara anggota Asean, memiliki komitnen tinggi, untuk berusaha terus melakukan tindakan pencegahan dan terobosan dalam menghadapi polemik kesehatan terhadap penyakit tidak menular (PTM) ini, ujar Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek pada sambutannya dalam acara pembukaan pertemuan Penyakit Tidak Menular  Regional ASEAN ke-2 di Hotel Borobudur, Jakarta yang dimulai pukul 09.00 WIB, tadi pagi.

Dan pemerintah Indonesia konsen untuk mendukung dan mencari solusi permasalahan yang berkembang di negara-negara anggota Asean, tambahnya.

Telah diketahui bersama bahwa masalah ekonomi yang menjadi beban akibat penyakit tidak menular, dapat menghambat upaya pengentasan kemiskinan dan juga memperlambat pencapaian tujuan pembangunan internasional. Seperti halnya diindikasikan,  dengan penderita penyakit tidak menular tersebut yang diderita oleh orang-orang yang produktif atau masih tergolong usia muda, sehingga tentu akan mempengaruhi tingkat produktivitas masyarakat negara tersebut.

Hal demikian menjadi perhatian dan membuat negara-negara menghitung hitung beban ekonomi yang akan berpengaruh pada kemampuan dan penghasilan yang ada di setiap negara berkembang.

Seperti halnya sejak 2011-2025, total kerugian ekonomi akibat PTM di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah diperkirakan mencapai angka 7 Milyar Dollar, sementara estimasi biaya yang harus dikeluarkan guna menekan angka PTM di dunia mencapai 11,2 Juta Dollar.

Menteri Kesehatan, Nila F.Moeloek berharap melalui pertemuan ini akan menjadi sarana berbagi pengalaman di antara negara-negara anggota ASEAN serta dapat membantu negara-negara lain untuk memberi pemahaman bahwa PTM banyak dipengaruhi sektor diluar kesehatan, seperti kebijakan publik di bidang pertanian, pendidikan, produksi pangan, perdagangan, perpajakan dan pembangunan perkotaan.

Sekitar 80% dari PTM dapat dicegah dengan diet dan gaya hidup yang sesuai dan perlunya perilaku hidup sehat, yang harus terus ditingkatkan agar kita tetap menjaga kesehatan, karena bila perilaku kita atau pola hidup kita tidak sehat, maka selain kita sakit, kita juga akan mengalami kerugian ekonomi yang sangat berarti, jelas Nila F. Moeloek.

Dengan kebijakan pemerintah mengurangi penggunaan tembakau, alkohol dan memberikan perawatan kesehatan secara universal, ini merupakan langkah yang harus diapresiasi dalam mendukung kesehatan bagi masyarakat luas, tukas Menkes.

Disamping itu pada kesempatan sambutannya, Sekjen Kemenkes dr.Untung Suseno Sutarjo, M.Kes, menyampaikan, untuk pertemuan ini akan diadakan presentasi oleh ahli-ahli dari tiap negara, diskusi pleno, membangun konsesus dan diadakan pameran-pameran bidang kesehatan, yang dilaksanakan selama 3 hari di ruang pertemuan lantai 2 Hotel Borobudur, tuturnya.

Dengan dipukulnya gong oleh Menteri Kesehatan, sebagai tanda dibukanya kegiatan pertemuan antar negara-negara anggota Asean yang akan membahas dan menargetkan rencana serta program untuk melakukan pencegahan dan pengobatan PTM di tingkat nasional dan regional.