Indonesia; Ikut AEC Council Meeting Ke-13

Indonesia; Ikut AEC Council Meeting Ke-13

Jakarta, Kabarindo- Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.

Ia menegaskan hingga saat ini mekanisme penghitungan tingkat implementasi AEC Blueprint dalam mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA (ASEAN Economic Community Scorecard) telah mencapai 90,5%.

Semua negara ASEAN memiliki komitmen tinggi untuk memastikan tingkat implementasi perwujudan MEA hingga 100%.

"Fokus utama pembahasan pertemuan kali ini adalah tingkat pencapaian AEC Scorecard (mekanisme penghitungan perwujudan Masyarakat Ekonomi ASEAN secara kuantitatif). Saat ini AEC Scorecard telah mencapai 90,5%. Itu berarti ASEAN telah menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan MEA tahun 2015. Semua negara anggota ASEAN diminta lebih keras dalam mencapai tingkat implementasi 100%," tegas Mendag Rachmat Gobel di Kuala Lumpur, kemarin (26/4).

Mendag Rachmat menjelaskan isu kerja sama ASEAN di sektor perdagangan jasa menjadi perhatian utama. Sebab liberalisasi sektor ini akan semakin ditingkatkan melalui Paket 10 ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS).
Di Kuala Lumpur, Mendag Rachmat Gobel dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menghadiri Pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Council) ke-13. Pertemuan ini merupakan Rangkaian Pertemuan KTT ASEAN Ke-26.

Pertemuan AEC Council kali ini memiliki beberapa agenda penting, antara lain laporan AEC Council kepada ASEAN Leaders tentang perkembangan dan capaian implementasi komitmen AEC Blueprint beberapa Kementerian/Sektor (Ministerial Sectoral Bodies) yang berada dibawah koordinasinya sepanjang periode implementasi (selama periode 2007-2015). Selain itu, para Menteri AEC Council juga akan membahas arah kebijakan strategis Masyarakat Ekonomi ASEAN pada periode 2016-2025, membahas peningkatan konektivitas ASEAN, serta menyiapkan arahan dari para Pemimpin ASEAN untuk isu-isu yang belum dapat diimplementasikan, khususnya isu-isu lintas sektoral dan lintas pilar.

Pertemuan juga membahas visi MEA pasca 2015. Para Menteri Ekonomi ASEAN berpandangan bahwa integrasi ekonomi di kawasan perlu semakin diperdalam dengan fokus mengurangi hambatan-hambatan nontarif, peningkatan fasilitasi perdagangan kepada sektor bisnis khususnya UKM, dan pemerataan pembangunan di kawasan, sehingga integrasi ekonomi ASEAN dapat memberikan manfaat bagi seluruh Masyarakat ASEAN. Penyelesaian visi Masyarakat Ekonomi ASEAN pasca 2015 diharapkan dapat berjalan selaras dengan visi kedua Masyarakat ASEAN lainnya, yaitu Masyarakat Politik-Keamanan ASEAN dan Masyarakat Sosial-Budaya ASEAN.

Usai pertemuan itu, Mendag Rachmat menegaskan bahwa Indonesia perlu memikirkan langkah-langkah strategis dan rencana kerja pasca 2015 hingga 10 tahun ke depan. "Dalam mewujudkan kepentingan nasional Indonesia pada visi ASEAN ini, perlu keterlibatan secara aktif dari seluruh pemangku kepentingan di Indonesia agar Indonesia dapat memanfaatkan integrasi ekonomi yang semakin mendalam," tuturnya.

Lebih lanjut, Mendag Rachmat mengingatkan bahwa daya saing nasional menjadi kata kunci bagi kita untuk memanfaatkan integrasi ekonomi ASEAN secara maksimal. “Daya saing nasional hanya bisa diraih dengan kerja keras dan peran aktif dari seluruh Kementerian/Lembaga dan Masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan Program Pembangunan Nawa Cita, khususnya di bidang infrastruktur, logistik, transportasi, dan pelayanan perizinan, serta program lainnya di masing-masing Kementerian/Lembaga,” tegas Rachmat.

Sekilas Ekonomi ASEAN
Pertumbuhan ekonomi ASEAN pada 2014 tumbuh sebesar 4,4% di antara besarnya tantangan yang muncul di perekonomian dunia. Permintaan domestik tetap bertahan yang didukung oleh konsumsi regional. Total perdagangan ASEAN pada tahun 2014 tercatat sebesar USD 2,53 triliun atau meningkat 0,6% dari tahun 2013. Di sisi investasi, terdapat aliran masuk investasi ke ASEAN yang cukup tinggi, yakni pada tahun 2014 tercatat sebesar USD 136,2 miliar atau meningkat sebesar 11,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Perekonomian ASEAN diprediksi tumbuh menjadi 4,9% pada tahun 2015. Investasi diharapkan semakin meningkat. Kawasan ASEAN masih menjadi suatu kawasan tujuan investasi yang menarik dengan terwujudnya Masyarakat Ekonomi ASEAN serta dengan terus meningkatnya pembangunan infrastruktur melalui peningkatan konektivitas.