Indonesia Dilirik Lagi USA; Siap Kerjasama Lagi

Indonesia Dilirik Lagi USA; Siap Kerjasama Lagi

Nusa Dua, 5 Oktober 2013 – Secretary of Commerce Amerika Serikat (AS) Penny Priztker menyampaikan keinginan kuat dari pemerintahnya untuk meningkatkan hubungan kerja sama dengan negara-negara Asia-Pasifik, ASEAN, dan terutama Indonesia.

Hal tersebut akhir pekan kemarin dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali.

Mendag Gita Wirjawan mengatakan bahwa Indonesia sangat mengerti kondisi dan situasi dalam negeri AS. Namun Mendag menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sangat terbuka untuk peningkatan kerja sama yang saling menguntungkan antar kedua negara.

Selanjutnya, Secretary Priztker meminta informasi mengenai perkembangan perekonomian Indonesia dan negara-negara ASEAN. Ia juga tertarik dengan informasi mengenai pendidikan dan perkembangan generasi muda di Indonesia.

Mendag Gita Wirjawan mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat potensial di ASEAN, APEC, dan G20.

“Saya percaya bahwa ke depan Indonesia juga akan memainkan peran penting dalam perekonomian dunia. Apalagi saat ini tingkat pendidikan di Indonesia sudah semakin baik dan generasi muda memegang peran yang potensial dalam perekonomian,” ujarnya.

Mendag juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia dan AS sedang mengalami berbagai hambatan perdagangan. Hambatan nontarif banyak terkait dengan teknis kebijakan, antara lain sanitary and phytosanitary (SPS), technical barriers to trade (TBT), safeguard, dan rules of origin.

Menanggapi isu kebijakan impor hortikultura dan daging sapi, pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa Indonesia telah banyak melakukan perbaikan kebijakan dengan
mengedepankan transparansi dan simplifikasi prosedur, menghapuskan kuota, serta membuka kesempatan kepada setiap pelaku bisnis.

Sementara itu, terkait kebijakan pertambangan, arah kebijakan Pemerintah Indonesia adalah meningkatkan ekspor yang berkesinambungan (sustainable trade). Mendag juga menyatakan bahwa pemerintah Indonesia ingin mengembangkan industri olahan dalam negeri, terutama
yang berorientasi ekspor untuk produk bernilai tambah.
Secretary Priztker juga menanyakan rencana perubahan Daftar Negatif Investasi (DNI) dan arah perkembangan kebijakan investasi Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Mendag Gita Wirjawan menyampaikan bahwa isu DNI memang merupakan isu penting bagi Indonesia dan saat ini
proses penyelesaiannya sedang ditangani oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai institusi inti, dibantu oleh Kementerian Perdagangan serta kementerian terkait lainnya.

Kemudian, Mendag juga menyampaikan agar industri AS tidak saja dapat menjadi pedagang atau importir di Indonesia, tetapi juga harus dapat memanfaatkan peluang sebagai produsen di
dalam negeri untuk menjangkau pasar yang lebih besar seperti ASEAN.

Mendag juga menyarankan perusahaan Apple untuk membuka Apple Store langsung di Indonesia. “Ini tentunya akan membantu pengembangan local branding di Indonesia,”
imbuhnya.