Indonesia Bangga Christina Santoso; Penyandang OI Berprestasi

Indonesia Bangga Christina Santoso; Penyandang OI Berprestasi

Jakarta, Kabarindo- Indonesia punya Christina Santoso.

Ia adalah gadis berusia 29 tahun, yang memiliki latar belakang riwayat menyandang Osteogenesis Imperfecta ( kondisi tulang yang mengalami kebengkokan, sehingga menyebabkan saya tidak dapat berjalan.

Saat ini, ia kerjakan dengan menggunakan kursi roda) dan jadi seorang penyandang OI bukanlah hal yang mudah dari keterbatasan untuk meraih mimpi-mimpinya.

Dari penuturannya ke redaksi, "Saya bersyukur memiliki orang tua dan adik yang selalu mendukung dan menyemangati saya, sehingaa satu persatu dari impian saya kini boleh saya raih. Kasih sayang dan dukungan mereka, membuat saya terus semangat menghadapi keadaan apapun tanpa pernah berpikir untuk menyerah. Dan saya ingin lewat kehidupan saya yang berada dalam keterbatasan tersebut, saya bisa menjadi contoh untuk teman-teman lain yang memiliki keterbatasan agar tidak mudah menyerah, dan tidak  menjadikan keterbatasannya menjadi penghalang untuk meraih mimpi-mimpi mereka," tukasnya lugas.

Tuhan mengutus penulis muda bernama Kennedy Jennifer Dhillon dan mengajaknya menulis bersama dalam buku berjudul “Limit Beyond Limitation”. Kennedy Jennifer Dhillon, seorang penulis yang telah melahirkan 8 buku dan juga sutradara yang pernah membuat film documenter berjudul “Women And Impact.” 

Buku Limit Beyond Limitation merupakan buku ke delapan Kennedy, dan kami telah launching buku tersebut pada bulang September lalu di Universitas Esa Unggul.

"Limit Beyond Limitaion adalah sebuah buku motivasi , yang menceritakan kehidupan saya. Dimana dari lahir saya dinyantakan memiliki Osteogenesis Imperfecta (OI, kelainan pada tulang yang menyebabkan tulang bengkok).  Sebagai penyandang OI, dari lahir saya tidak bisa berjalan dan harus menggunakan kursi roda. Namun semangat yang diberikan keluarga, menjadi pendorong bagi saya dalam berjuang untuk meraih mimpi-mimpi saya tidak pernah padam, dalam keterbatasan saya berhasil menyelesaikan pendidikannya hingga bangku kuliah, dan saya berhasil lulus dengan hasil yang baik dari Universitas Pelita Harapan," cerita Christina.

Keterbatasan tidak membuatnya menjadi gadis yang manja, saya tetap bekerja dengan giat lewat wedding organizer yang saya dirikan bersama teman-temannya.

Selain itu Tuhan juga menurunkan talenta menyanyi, dan tahun 2015 lalu sukses menggelar konser dimana hasil penjualan tiketnya ia donasikan untuk yayasan OI dan yayasan Sayap Ibu.


Bravo Christina......!