Indonesia 2015; Siap Genjot Peluang Ekspor Peralatan Kesehatan

Indonesia 2015; Siap Genjot Peluang Ekspor Peralatan Kesehatan

Jakarta, Kabarindo- Upaya menggenjot nilai ekspor terus diusahakan pemerintah demi merealisasikan pencapaian target yang telah ditetapkan, salah satunya melalui pasar potensial peralatan kesehatan di kawasan Timur Tengah.

"Ekspor peralatan kesehatan (Alkes) ke Uni Emirat Arab (UEA) meningkat sebesar 252,02%," ujar Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Nus Nuzulia Ishak. Nus juga menjelaskan, "Tren peningkatan kinerja ekspor alkes di kawasan Timur Tengah dan Afrika juga tak lepas dari upaya promosi yang dilakukan secara aktif, konsisten, serta berkesinambungan sejak 2006 yang didukung oleh Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI)."

UEA merupakan hub atau pintu masuk ekspor bagi kawasan Timur Tengah. Negara-negara sekitarnya membutuhkan berbagai produk peralatan kesehatan, terutama negara-negara yang tengah terlibat konflik.
Tren ekspor peralatan kesehatan Indonesia ke dunia selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan sebesar 9,35% dengan nilai ekspor sebesar USD 298,91 juta pada 2013. Hubungan perdagangan Indonesia dengan UEA meningkat sebesar 31,79% selama periode Januari-Oktober 2014 sebesar USD 3,57 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Nus, "Pasar Timur Tengah sebagai kawasan negara kaya seperti UEA, Arab Saudi, Qatar, dan Bahrain, sangat potensial. Peningkatan permintaan Alkes di Timur Tengah digerakkan oleh tingginya pertumbuhan populasi dan urbanisasi, serta kepedulian menjaga kesehatan sebagai bagian gaya hidup masa kini.”

Peluang ini dijawab Kementerian Perdagangan melalui kegiatan promosi dalam pameran Arab Health Fair yang akan berlangsung pada 26–29 Januari 2015 di Dubai, UEA. Pameran ini merupakan pameran produk kesehatan terbesar untuk kawasan Afrika dan Timur Tengah yang dikunjungi oleh para importir, wholesaler, dan distributor dari berbagai negara.

“Partisipasi Indonesia dalam pameran ini bertujuan agar produk kesehatan Indonesia kian dikenal dan diserap oleh pasar di dua kawasan tersebut khususnya dan dunia umumnya,” kata Nus.

Mengusung tema Trade with Remarkable Indonesia, Paviliun Indonesia seluas 60 m2 ini akan ditempati oleh sembilan perusahaan dengan desain khusus bercirikan Indonesia. Produk yang akan ditampilkan antara lain sphygmomanometer, stethoscopy replacement parts (PT. Sugih Instrumendo Abadi), Auto Disable Syringes, Disposable Syringes, Hypodermtc Needles (PT. Oneject Indonesia), Nasal Cannule, Surgical Mask, Syringe, Infusion set (PT. Jayamas Medica Industri), Examination Lamp, X-Ray Film Viewer, Needle Destroyer, Lovens Portable, ECG 12 Lead (PT. Tesena Inovindo), Medical Bag, Emergency Bag (PT. Trimitra Garmedindo Interbuana), Disposable Surgical Mask, Underpad, Doctor Cap, Nurse Cap, Surgical Golon, Shoes cover (CV. Beauty Kasatama), Orthopaedic Implants & Instruments (PT. Eka Ormed Indonesia), Latex, Nitrile, Vinyil Disposable, Examination Gloves, Alcohol Swabs, Face Mask, Under Pads, and Diapers (PT. Arista Lutindo), serta Vaksin dan Serum (PT. Bio Farma).

Nus berharap, "Indonesia dapat meraih peluang bisnis seoptimal mungkin dalam pameran ini, sehingga dapat meningkatkan ekspor produk kesehatan Indonesia yang pada akhirnya dapat mendongkrak pencapaian target ekspor yang telah ditetapkan." Sebelumnya, promosi alkes dilakukan di Vietnam pada 2012 dan menghasilkan kontak dagang USD 1,13 juta; pada 2013 di Riyadh, Arab Saudi menghasilkan total transaksi USD 710 ribu; dan pada 2014 di Johannesburg, Afrika Selatan dengan total transaksi USD 2,24 juta.