Indofarma 2015; Gandeng Clarovita Nutrition

Indofarma 2015; Gandeng Clarovita Nutrition

Jakarta, Kabarindo- PT Indofarma Tbk (INAF) menggandeng Clarovita Nutrition Inc, perusahaan makanan dan minuman olahan asal Kanada. Kerja sama tersebut bertujuan untuk diversifikasi produk terutama makanan kesehatan yang akan diluncurkan akhir bulan ini. Kemitraan dengan Clarovita Nutrition telah dirintis sejak tahun lalu dan diperuntukkan jangka panjang 5 – 10 tahun. Indofarma juga membidik keuntungan margin 15 – 20 persen dari produk makanan kesehatan dibandingkan produk obat bebas (over the counter/OTC).

Sekretaris Perusahaan Indofarma Yasser Arafat mengakui, langkah perseroan merambah produk kesehatan adalah untuk menjual produk bernilai tambah (value added). Dengan demikian, perseroan dapat meningkatkan pendapatan.
“Pasti bagus marginnya. Kalau tidak, kami tidak akan ambil. Bisa 15 – 20 persen dibandingkan OTC,” jelas dia kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Yasser melanjutkan, pada tahap awal, keduanya telah menandatangani kontrak senilai US$ 2 juta dalam kurun waktu satu tahun. Clarovita Nutrition Inc bakal memasok lebih dari 10 produk makanan kesehatan termasuk di dalamnya suplemen.
“Kami akan serempak luncurkan semua produknya, total lebih dari sepuluh. Distribusi untuk penjualan juga sudah siap semua,” jelas dia.

Yasser menuturkan, saat ini seluruh produk impor tersebut masih berada dalam tahapan akhir verifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sesuai rencana produk siap diluncurkan pada akhir bulan ini. Penjualan tahun ini sangat penting untuk menjajal respons pasar terhadap produk makanan sehat yang dibawa dari Kanada tersebut. Perseroan pun optimistis mengingat saat ini tren hidup sehat tengah merajalela. “Kami akan lihat dari penjualannya, kalau hanya terserap pasar 50 persen kami harus telaah ulang apa yang salah. Tapi kami yakin bisa dapat respon positif,” kata dia.

Respon pasar tahun ini juga akan menjadi acuan penting bagi skema kemitraan perseroan dan Clarovita Nutrition Inc. Jika sukses mendapat respon positif, perseroan bakal menjajaki skema usaha patungan (join venture/JV). Perseroan berencana membangun pabrik khusus produk makanan kesehatan di area pabrik Cikarang Barat, Jawa Barat. Dengan begitu, perseroan dapat memproduksi sendiri produk makanan kesehatan tanpa harus impor. “Paling cepat mungkin baru bisa bangun pabrik di awal 2017. Nanti, bisa saja teknologi dan mesin dari Clarovita dibawa ke Indonesia,” jelas dia.

Kendati demikian, Yasser masih enggan membeberkan rencana tersebut beserta nilai investasi yang akan disiapkan.
Yasser menambahkan, pada tahun pertama ini kontribusi penjualan dari produk kesehatan diprediksi masih minim. Hal ini karena perseroan baru memperkenalkannya kepada pasar di kuartal ketiga. Adapun secara nilai, produk makanan kesehatan itu disebut-sebut bakal menyumbangkan Rp 20 miliar bagi pendapatan dan Rp 5 miliar untuk laba bersih tahun ini.

Lebih jauh, Yasser mengatakan, hingga Juli 2015 perseroan belum memproduksi varian obat baru. Bahkan, diprediksi rencana awal tahun untuk meluncurkan lima produk baru tahun ini tidak tercapai. Hal ini disebabkan perseroan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mengembangkan produk baru seperti dilansir dari laman antaranews.