Inalum-Antam Investasi Rp 20 T; Bangun Smelter Alumina

Inalum-Antam Investasi Rp 20 T; Bangun Smelter Alumina

Jakarta, Kabarindo- PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) segera menjadi mitra PT Aneka Tambang (Persero) Tbk untuk membangun pabrik smelter grade alumina di Mempawah, Kalimantan Selatan, dengan nilai investasi 1,7 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp 20 triliun.

"Saat ini proses negosiasi Inalum menjadi mitra Antam sedang berlangsung, tinggal menunggu kesepakatan final pada 22 April 2014," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jakarta, Kamis (27/3).

Menurut Dahlan, keharusan Inalum memiliki SGA untuk menjamin pasokan bahan baku alumina untuk memproduksi aluminium ingot (batangan) perusahaan yang selama ini masih impor dari Australia.

Kapasitas produksi SGA Mempawah ditargetkan mencapai sebesar 1,6 juta metrik ton per tahun.

Kebutuhan alumina dalam negeri berkisar 500.000-600.000 ton per tahun, adapun total produksi ingot Inalum mencapai 225.000 ton tersebut di mana sebanyak 58,8 persen kontrak ekspor ke Jepang.

"Produksi alumina Antam 1,6 juta ton, sebesar sepertiga untuk dalam negeri, selebihnya bisa diekspor ke Timur Tengah," ujarnya.

Dahlan menjelaskan, pembangunan pabrik SGA tersebut membutuhkan waktu sektar 3 tahun, sehingga diperkirakan mulai beroperasi komersial sekitar tahun 2016.

Dari sisi pendanaan, mantan Dirut PT PLN ini menjelaskan, Inalum siap masuk dengan komposisi saham yang disepakati.

"Pendanaan bisa melalui konsorsium Bank BUMN. Proyek yang sudah jelas seperti ini tentu sangat diminati perbankan," ujarnya.

Selain investasi smelter, Dahlan juga meminta Inalum untuk ekspansi pada produk-produk sampingan dan membangun pembangkit listrik.

Inalum harus mengembangkan produk selain ingot, karena dapat memenuhi kebutuhan perusahaan manufaktur berbahan baku aluminium di dalam negeri.

Dahlan dalam beberapa kali kesempatan meminta Inalum harus mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga dua kali lipat dari saat ini, agar dapat menjadi perusahaan aluminium terkemuka di Asia.

Untuk mendukung hal itu, Inalum juga segera membangun pembangkit listrik yang memiliki kapasitas 2x300 Mega Watt (MW) di lokasi perusahaan di Kuala Tanjung.

Dengan begitu keberadaan Inalum semakin lengkap, mulai dari pabrik, jaminan pasokan bahan baku, hingga pembangkit listrik.

"Semua faktor-faktor tersebut harus berkaitan satu sama lain, sehingga operasional perusahaan mampu berkembang sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah," ujar Dahlan seperti dilansir dari laman beritasatu.