Iman Sugema; Jadi Komisaris Utama Baru PGN (Persero)

Iman Sugema; Jadi Komisaris Utama Baru PGN (Persero)

Bromo, Grand Hyatt, Jakarta, Kabarindo- Bagi-bagi jatah kursi komisaris untuk partai pendukung Presiden Jokowi berlanjut, tidak hanya politisi, pengusaha, akademisi kondang pun kebagian jatah.

Anda tentu sudah tahu Refly Harun yang harus menggantikan Saldi Isra sebagai Komisaris Jasa Marga, kini Dewan Ahli Megawati Institute, Iman Sugema, yang dikenal juga sebagai peneliti INDEF kini menjabat sebagai Komisaris Utama (Independen)  PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) PGN.

Sebagai sesama akademisi senior IPB telah menggeser Mantan Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi dari kursi Komisaris Utama.

Ini menjadi salah satu dari 7 putusan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PGN yang berlangsung sore tadi hari ini, Senin (6-April).

Anda harus tahu dari rilis yang diterima redaksi, PGN mencatatkan pendapatan neto sebesar USD 3,41 Miliar naik 13,6% dibanding periode sebelumnya yaitu USD 3,00 Miliar. Laba operasi sebesar USD 982,06 juta naik 5,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 933, 35 juta dan EBITDA sebesar USD 1,16 M naik 3,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2013 sebesar 1,12 M sementara laba bersih perseroan pada tahun 2014 capai USD 722,75 juta.

Dari enam komisaris PGN, lima dicopot dan diganti oleh tokoh baru. Selain Iman Sugema, empat komisaris baru PGN adalah Tirta Hidayat, Mohamad Iksan, Paiman Raharjo, dan I Gusti Nyoman Wiratmadja. Hanya Muhamad Zamkhani nama lama yang bertahan dalam jajaran Dewan Komisaris PGN.

Iman Sugema adalah akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), yang selama ini dikenal aktif sebagai ekonom vokal. Nama Iman terdaftar di sejumlah lembaga, antara lain International Center for Applied Finance and Economics (Inter-Cafe) dan Institute for Development of Economic and Finance (Indef).

Dan terakhir, dia masuk dalam struktur Tim Dewan Ahli Megawati Institute dan Tim Ekonomi Jokowi-Jusuf Kalla. 

Sementara itu, Tirta Hidayat tercatat sebagai Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Ekonomi. Sebelumnya, Tirta Hidayat merupakan Komisaris PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Mohamad Ikhsan terakhir menjabat sebagai Staf Khusus Wakil Presiden era sebelumnya, Boediono. Dia baru-baru ini dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Indonesia. Kemudian Paiman Raharjo selama ini dikenal sebagai Pengamat Kebijakan Publik Universitas Moestopo.
Terakhir I Gusti Nyoman Wiratmadja, pejabat karir di Kementerian ESDM yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas.

Pada kesempatan berbeda, Wiratmadja mengaku belum mengetahui secara langsung mengenai penunjukkan dirinya menjadi komisaris PGN. Akan tetapi, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) ini berjanji akan memegang amanah dan tugas yang diberikan.

Tidak ada perubahan dewan direksi PGN, Hendi Prio Santoso masih dipercaya sebagai Direktur Utama.

Demikian pula dengan Mochtar Riza Pahlevi Tabrani masih menjabat sebagai Direktur Keuangan, M. Wahid Sutopo tetap sebagai Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko.

Selanjutnya, Hendi Kusnadi masih menjabat sebagai Direktur SDM dan Umum, Djoko Saputro bertahan sebagai Direktur Teknologi dan Pengembangan, serta Jobi Triananda Hasjim tetap menjabat Direktur Pengusahaan.

Dari rilis termaktub good news lainnya, tahun 2014 PGN telah membangun sejumlah infrastruktur baru di berbagai wilayah di Indonesia. Di Lampung, PGN telah menyelesaikan pembangunan pipa distribusi gas sepanjang 90Km. Selain itu juga menyelesaikan pembangunan pipa Tanjung Uncang-Panaran sepanjang 18Km dan pipa Cikande-Bitung sepanjang 30,5 Km.

Di Jawa Tengah, PGN sedang mentuntaskan proyek pipa gas Kalimantan-Jawa 9Kalija) tahap I sepanjang 207 Km yang akan mengalirkan gas dari Lapangan Kepodang di laut utara Jawa ke PLTGU Tambak Lorok, Semarang. Di wilayah ini, PGN juga membangun jaringan gas rumah tangga melalui sistem klusterisasi. Melalui inovasi yang dilakukan PGN, rumah tangga di Semarang kini sudah merasakan manfaat penggunaan gas bumi yang terbukti lebih ramah lingkungan, hemat dan aman.

Dari rilis juga tersirat upaya PGN di sektor transportasi dengan membangun sejumlah Mobile Refueling Unit (MRU) dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di beberapa wilayah seperti Bekasi, Bogor, Jakarta, Surabaya, Cilegon dan Batam.

Membanggakan, sampai tahun 2014 PGN telah membangun 6.161 Km pipa gas dan mengalirkan gas bumi kepada sekitar 100.000 pelanggan.


Bravo PGN...............!