Ikatan Psikologi Klinis-HIMPSI; Gelar Temu Ilmiah

Ikatan Psikologi Klinis-HIMPSI; Gelar Temu Ilmiah

Cikini, Jakarta, Kabarindo- Dari rilis yang diterima redaksi siang tadi.

Saat ini telah berlangsung Temu Ilmiah dari Ikatan Psikologi Klinis- HIMPSI yang menghadirkan beberapa pakar dan akademisi seperti:
- Prof. Irwanto akan membawakan topik “Pembuktian ilmiah dalam penanganan kasus kekerasan”
- Prof. Johanna E. Prawitasari akan berbicara mengenai “Penanganan makro dalam praktek psikologis klinis”
- Ibu Wien Ritola, SH akan membicarakan “Psikodinamika kasus kekerasan di Jakarta”
- Ibu Riza Sarasvita, PhD. akan berbicara tentang “Informasi kewajiban Surat Tanda Registrasi bagi Psikolog”

Mulai hari ini, 30 - 31 Juli 2015 selama dua hari akan berlangsung di Universitas Gunadharma, Graha Simatupang Tower 1A Lt. 5 Jakarta Selatan.

Dijelaskan oleh humas IPK Pusat dan Ketua IPK DKI Jakarta, A. Kasandra Putranto bahwa Temu Ilmiah tahun ini, IPK Himpsi Jakarta dimaksud untuk merefleksikan, mengintegrasikan gagasan, pengalaman, maupun kajian akademis yang terkait dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia, terutama kota Jakarta.

"Adapun tema yang diangkat pada Temu Ilmiah ini ialah “Peran Psikolog Klinis dengan pendekatan ilmiah menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat kota Jakarta, dengan fokus utama pada tindak kekerasan yang terus meningkat “, sehingga memerlukan penanganan yang hati-hati sesuai bukti ilmiah, mulai dari asesmen korban dan pelaku kekerasan sampai pendampingan psikologis. Oleh karena itu, agenda kegiatan hari ini dan besok akan banyak terkait dengan penanganan kekerasan," papar Kasandra lugas.

Ditambahkan, IPK Jakarta berharap untuk bisa memberikan kesempatan berbagi ilmu dan kompetensi kepada Asosiasi Psikologi Forensik dan P2TP2A demi peningkatan kompetensi kita semua, yaitu kegiatan workshop sebagai berikut :
1. Kompetensi Psikologi Forensik: “Pembuatan laporan forensik pada berbagai kasus pidana dan perdata” akan dibawakan oleh Dra. Reni Kusumowardhani, M.Psi, Psikolog
2. Pelatihan Psikodiagnostik Piers Harris 2 (Self Concept) dalam mendeteksi konsep diri korban kekerasan oleh Dra. A. Kasandra Putranto, Psikolog
3. Tata laksana asesmen pada korban kekerasan
oleh tim P2TP2A Provinsi DKI Jakarta
4. Healing Innerchild Within pada kasus Trauma, Rumah Tangga, Keluarga dan KDRT oleh Drs. Asep Haerul Gani, Psi.

Kembali kepada peran utama sebuah organisasi profesi, pada dasarnya IPK Himpsi Jakarta sangat antusias dalam mendorong dan mendukung kegiatan semua anggotanya yang aktif berpartisipasi demi demi kemajuan ilmu dan profesi Psikologi Klinis. Jika ada ilmu dan teknologi baru kami sangat berharap untuk dapat berbagi bersama anggota lain.

Maka disamping kegiatan formal Temu Ilmiah kali ini, susunan kepanityaan acara Temu Ilmiah IPK Himpsi Jakarta periode 2015 – 2019 memberikan kesempatan berbagi program dan kecanggihan teknologi berupa penjualan :
1. CD Album Lagu Anak Indonesia dari Matahari Peduli Pekerti Prestasi yang didukung KPAI, KPPA dan Pemda DKI Jakarta – yang berisikan 6 lagu anak tentang Jagalah Tubuh, Stop Jangan Memukul, Salaman, Melihat Dengan Hati, Menjadi Astronot dan Gemilang, agar dinyanyikan oleh Anak Indonesia demi melindungi mereka dari bahaya kekerasan serta menanamkan budi pekerti dan prestasi.
2. Animal 4D Card, berupa aplikasi pada smartphone untuk memperkenalkan berbagai jenis hewan kepada anak dengan cara yang menarik, sebagai usaha untuk turur mencerdaskan anak bangsa sesuai dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih.
3. Sistem pencatatan kegiatan psikolog sekaligus mencatat kredit profesi yaitu Psycord demi menjawab tantangan dan kewajiban memiliki STR dan perhitungan kreditnya. Psycord diharapkan mampu meringankan beban administrasi para psikolog  klinis dengan bantuan kecanggihan teknologi informasi.

Acara Temu Ilmiah dan Pemilihan Ketua IPK Himpsi perwakilan Jakarta merupakan salah satu acara rutin yang dilakukan sesuai agenda dan AD ART HIMPSI sebagai kegiatan dari setiap perwakilan Ikatan Psikologi Klinis di berbagai wilayah Indonesia, sejak dideklarasikannya Ikatan Psikologi Klinis Himpsi di Bandung tahun 2000.

Menarik untuk diketahui bahwa selama periode 2010 – 2014, dalam perjalanan sebagai perwakilan asosiasi keminatan dari sebuah organisasi profesi HIMPSI, terutama terkait dengan :
1.       penanganan administrasi keanggotaan (yang ditandai dengan peningkatan anggota aktif sebanyak 350 %),
2.       media informasi bagi anggota (berupa mailing list, facebook, twitter),
3.       berbagai kegiatan peningkatan kompetensi (berupa kegiatan Asesmen Intervensi Klinis sebanyak 16 buah dan kegiatan Diskusi Bedah Kasus sebanyak 4 buah), serta
4.       pengabdian masyarakat dalam upaya mengatasi permasalahan psikologis masyarakat kota Jakarta, antara lain :
a.       program pengabdian psikologi di puskesmas dengan tajuk Psikologi Jakarta Sehat, yang melibatkan komitmen dengan Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, BNN, Ikatan Perempuan Profesional. 9 Fakultas Psikologi dan 11 puskesmas DKI Jakarta.
b.      bantuan psikologis terhadap bencana banjir dan kebakaran.’
c.       bekerjasama dengan Matahari Peduli Pekerti Prestasi yang didukung KPAI, KPPA dan Pemda DKI Jakarta, sebagai upaya promotif preventif, memulai gerakan mengasah budi pekerti dan prestasi anak Indonesia, sebagai bagian dari upaya revolusi mental.

Ada data yang menarik, sudah menjadi pengetahuan khalayak umum bahwa masalah kesehatan jiwa di Indonesia telah berkembang semakin memprihatinkan. Pada tahun 2014, Departemen Kesehatan menyatakan bahwa di Indonesia terdapat 19 juta pasien dengan gangguan jiwa ringan dan 1 juta pasien dengan gangguan berat. 2,03% dari total tersebut, yaitu sebanyak 385.700 jiwa terdapat di Jakarta yang menempatkan kota Jakarta di peringkat pertama nasional. Jumlah tersebutpun telah meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang cenderung stabil.

Sedangkan data kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dalam 5 tahun terakhir, berdasarkan catatan Komnas Perempuan serta Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pernyataan dari Komnas Perempuan pada Hari Anti kekerasan terhadap perempuan di tahun 2014 : Dalam 3 jam setidaknya ada 2 perempuan mengalami kekerasan. Kekerasan (dan kejahatan seksual) hanyalah salah satu dari permasalahan klinis yang harus dihadapi masyarakat kota Jakarta yang terus meningkat, di samping masalah lain, seperti : masalah perempuan, masalah remaja, masalah disabilitas, masalah penyalahgunaan narkoba, masalah keluarga dan lain-lain.

Namun demikian, cepatnya laju peningkatan jumlah individu dengan masalah klinis tidak berbanding lurus dengan tingginya kuantitas dan kualitas kompetensi para psikolog klinis dalam menangani berbagai masalah psikososial klinis (bahkan juga forensik) yang terjadi. Oleh karena itu, selain melakukan penanganan mikro, seorang psikolog klinis juga sangat diharapkan untuk terlibat dalam penanganan makro, meliputi aspek promotif, preventif. kuratif dan rehabilitatif secara luas. Dan tentu saja para psikologi klinis di Jakarta diharapkan untuk mampu meningkatkan peran untuk memberikan kontribusi nyata demi meningkatkan kesejahteraan psikologis masyarakat, terutama sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu dan profesi yang terbukti.