ITS Buka Prodi Teknik Biomedik; Tahun Ajaran Ini

ITS Buka Prodi Teknik Biomedik; Tahun Ajaran Ini

Surabaya, Kabarindo- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membuka Program Studi Teknik Biomedik pada tahun ini.

Menurut Dr. Achmad Arifin M Eng, Ketua Prodi Teknik Biomedik, Program Studi (Prodi) di bawah naungan Jurusan Teknik Elektro, pihaknya siap menerima 30 mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2015/2016 melalui Program Kemitraan dan Mandiri (PKM).

Ia mengatakan, Teknik Biomedik memiliki peran penting dalam menjawab tantangan kebutuhan insinyur bidang medis di Indonesia. Saat ini Indonesia masih minim inovasi dalam teknologi kesehatan. Kebanyakan instrumentasi medis yang modern berasal dari asing.

“Teknik Biomedik lahir untuk menjawab tantangan dan peluang tersebut. Pelamar bisa mendaftarkan diri melalui PKM di www.simits.its.ac.id atau membuka www.bme.its.ac.id untuk info lebih lengkapnya,” ujarnya pada Sabtu (4/7/2015).

Prodi ini akan fokus mencetak mahasiswanya dalam empat arahan spesialisasi. Yang pertama adalah Instrumentasi Biomedika Cerdas. Lulusan diharapkan ahli inovasi dan teknologi di bidang peralatan kesehatan. Yang kedua adalah Teknologi Asistif dan Rehabilitasi Medika. Bidang ini fokus pada materi pembelajaran alat bantu atau buatan di bidang medis, seperti organ buatan atau alat bantu bagi penyandang disabilitas. Yang ketiga adalah bidang Pencitraan dan Pengolahan Citra Medika. Terakhir, bidang Informatika Medika. Yaitu bagaimana cara seorang insinyur menyampaikan data-data medik ke pengguna seperti dokter, pasien dan insinyur lainnya.

Arifin mengatakan, pihaknya memiliki 11 dosen pengampu dengan latar belakang keilmuan di bidang Teknik Biomedik, termasuk mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA. Kebetulan bidang studi S3 Nuh ketika di Prancis berkaitan dengan Teknik Biomedik.

Selain dosen, persyaratan yang lain juga telah disiapkan yaitu kurikulum pembelajaran, ruang perkuliahan dan fasilitas laboratorium. Nantinya, mereka akan menggunakan fasilitas di Jurusan Teknik Elektro.

Awalnya, pendirian Prodi Teknik Biomedik ITS berangkat dari mandat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang memberikan arahan terhadap empat kampus di Indonesia pada 2013. Waktu itu, ITS, ITB, UGM dan UI ditunjuk untuk berperan aktif dalam percepatan pengembangan program pendidikan level S1 di bidang Teknik Biomedik.

Rektor ITS kemudian memberikan surat kesanggupan ITS kepada Dikti. Pada 30 Mei lalu, ITS mendapat Surat Keputusan (SK) dari Menteri Riset dan Teknologi yang berisi izin bagi ITS untuk membuka prodi Teknik Biomedik, tertuang dalam SK No: 102/MKP/III/2015 tertanda 30 Maret lalu.