ITB Disambangi Pakar Nuklir Dari Rusia; Profesor Dmitrii Samokhin

ITB Disambangi Pakar Nuklir Dari Rusia; Profesor Dmitrii Samokhin

Bandung, Kabarindo– Teknologi nuklir terus berkembang untuk memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Para ahli nuklir juga terus berupaya mengembangkan teknologi reaktor nuklir yang ramah lingkungan.

Salah satunya adalah reaktor neutron cepat yang dikembangkan oleh Rusia.

Berbicara pada International Conference on Advance in Nuclear Science and Engineering (ICANSE) di Institut Teknologi Bandung (ITB) baru-baru ini, ahli nuklir asal Rusia Profesor Dmitrii Samokhin, Kepala Departemen Pengembangan Reaktor dan Desain pada Russian National Research Nuclear University mengatakan bahwa reaktor neutron cepat (reaktor yang beroperasi pada neutron cepat) yang bernama BN Design memiliki kemampuan yang unik.

“Kelebihan utama reaktor neutron cepat dibandingkan dengan reaktor nuklir konvensional adalah reaktor tersebut dapat memanfaatkan limbah bahan bakar nuklir yang dihasilkan oleh PLTN konvensional, pemanfaatan tersebut terjadi dalam proses pembangkitan energi. Ditambah, reaktor neutron cepat menghasilkan limbah yang lebih sedikit dibandingkan reaktor konvensional. Selain itu, bagian inti pada reaktor neutron cepat berukuran lebih kecil dibandingkan dengan reaktor konvensional, memiliki tingkat kepadatan yang lebih tinggi, dan proses transfer panas yang lebih efisien”, kata Prof.Samokhin.

Dia menekankan, tipe reaktor semacam ini membuka jalan menuju titik akhir dari siklus bahan bakar nuklir. “Reaktor neutron cepat dapat membantu kita untuk memecahkan salah satu tantangan terbesar di industri nuklir – apa yang harus dilakukan pada limbah nuklir yang dihasilkan oleh operasionaliasi PLTN yang sedang terjadi saat ini”, kata dia.

Profesor Samokhin menambahkan, Rusia adalah satu-satunya negara yang memiliki pengalaman luas atas komersialisasi reaktor neutron cepat. BN 350 rancangan Rusia ini, merupakan reaktor neutron cepat pertama di dunia yang menggunakan metal cair sebagai material pendinginnya. Reaktor tersebut beroperasi di Aktau, Kazakhstan selama 27 tahun dan saat ini telah di non-aktifkan. Berikutnya BN-600 dioperasikan, reaktor tersebut telah diaktifkan sejak 1980 di Beloyaskrk Rusia, reaktor tersebut telah menghasilkan kontribusi yang besar dalam pengembangan industri energi nuklir dunia, melalui pembuktian atas keberlangsungan operasional komersil tipe reaktor ini.

Saat ini, Rusia baru saja memulai pengerjaan reaktor BN-800 yang berlokasi di Beloyarsk, Rusia. Prof.Samokhin menekankan, reaktor ini akan menjadi sarana uji utama dalam siklus pengembangan bahan bakar nuklir, mengingat reaktor ini telah beroperasi dalam mode MOX-fuel (Mixed Oxide Fuel). “BN-800 merupakan batu loncatan yang penting dalam proses evolusi teknologi nuklir, yang memberikan lampu hijau untuk mengerahkan reaktor generasi baru secara komersil, termasuk rencana untuk reaktor BN-1200”, dia menyimpulkan.

ICANSE sendiri merupakan konferensi yang bertujuan untuk menyimpulkan aktivitas-aktivitas riset terbaru mengenai nuklir serta memfasilitasi komunikasi antara ahli-ahli nuklir di Indonesia, termasuk juga ahli dari Jepang, Turki, dan negara lainnya. Badan organisasi di Indonesia seperti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dan Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) juga turut berpartisipasi di ICANSE-2015.