IFI Pentaskan Teater Boneka; Kolaborasi Prancis-Indonesia

IFI Pentaskan Teater Boneka; Kolaborasi Prancis-Indonesia

Surabaya, Kabarindo- Seni dari Barat berkolaborasi dengan seni dari Indonesia.
 
Inilah yang dipentaskan Institut Français Indonesia (IFI) Surabaya dalam rangka Festival “Printemps Français“ (baca: Prangtang Frangsé) atau Musim Semi Prancis yang merupakan festival seni budaya tahunan.
 
IFI menampilkan kolaborasi Guignol (baca: ginyol), boneka tradisional Prancis, dengan wayang Punakawan dari Indonesia bagi publik Surabaya di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jatim, Surabaya, pada Sabtu (13/6/2015) siang ini. Sebelumnya Guignol dan Punakawan pentas di Jogjakarta dan Solo.
 
Penanggung jawab Budaya & Komunikasi IFI, Pramenda Krishna A., mengatakan ketiga seniman Prancis yang terlibat dalam pentas kolaborasi tersebut adalah Alex Grillo (baca: Alex gri-o), ‘Jijit’ Azied Dewa dan Paul Fournel (baca: Paul Furnel).
 
Pertunjukan tersebut merupakan perpaduan seni teater boneka tradisional Prancis dan wayang Indonesia yang ditampilkan dalam kejenakaan diiringi instrumen musik Indonesia, gamelan, dan instrumen klasik Barat, vibrafon. Dalang akan bercerita dalam bahasa Prancis dan Jawa dengan menjalin cerita yang  mempertemukan tokoh-tokoh dari dua budaya ini.
 
Printemps Français mengundang Guignol, si Boneka Prancis, ke tanah Jawa untuk bertemu keempat Punakawan dan berbincang dalam suasana yang penuh canda, ragam komunikasi yang universal. Guinol yang realistis memang tidak memiliki kekuatan gaib seperti Semar, tapi ia punya bakat konyol yang aneh seperti Petruk.
 
Apa jadinya bila Guignol bertemu dengan para dewa yang supranatural dan ksatria-ksatria Jawa lainnya? Diiringi musik, lakon penuh canda ini membawa kita ke dunia boneka atau pewayangan yang konyol, yang kadang hormat, kadang mencela bahasa dan tradisi lawan bicaranya.
 
“Pentas terbuka untuk umum gratis, dapat disaksikan oleh segala usia mulai dari anak-anak hingga dewasa,” ujar Krishna.