IFI Ajak Masyarakat; Kunjungi Festival Seni Budaya Indonesia-Prancis

IFI Ajak Masyarakat; Kunjungi Festival Seni Budaya Indonesia-Prancis


 
Surabaya, Kabarindo- Institut Prancis di Indonesia (IFI) kembali menggelar Printemps Français (baca: Prangtang Frangsé), festival seni budaya yang merupakan event tahunan.
 
Tahun ini merupakan yang ke-11 kali yang akan berlangsung di 12 kota yaitu di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Salatiga, Surabaya, Malang, Jombang, Bali, Medan, Padang dan Pontianak.
 
Pada tiap penyelenggaraannya, PF selalu melibatkan seniman Indonesia yang berkolaborasi dengan seniman Prancis menyuguhkan pertunjukan-pertunjukan spektakuler. Tahun ini pertemuan antara seni tradisi Prancis dan seni tradisi Indonesia terangkum dalam  pertunjukan antara Guignol, boneka tangan Prancis, dan Punakawan, tokoh pewayangan Jawa. Grup musik asal Prancis, Gran Kino, dan Sarasvati dari Indonesia, melanjutkan kolaborasi mereka yang sudah dimulai sejak 2013 untuk menciptakan kreasi musik terbaru.
Musisi Frau akan hadir di auditorium IFI Bandung. Sedangkan auditorium IFI di Jakarta akan diisi oleh penampilan Bonita & The Hus Band, seminar ekologi dan beberapa penampil lainnya.
 
Pramenda Krishna A., Penanggungjawab Budaya & Komunikasi IFI Surabaya, mengatakan PF di Surabaya digelar pada 16 Mei-16 Juni 2015. Secara keseluruhan, terdapat 9 grup/seniman yang akan tampil: 8 tampil di Surabaya dan 1 di Malang. Satu seniman pentas 2 kali, di Surabaya dan Jombang. PF mengunjungi Malang untuk kali ke- 3 dan pertamakalinya di Jombang tahun ini.
 
Diawali oleh fotografer Yannick Cormier dan diakhiri penampilan grup tari hip hop Dernière Minute. Juga akan ditampilkan 17 musisi muda berbakat dari String Orchestra of Surabaya dan Agus ‘Koecink’ bersama Jenny Lee, seniman visual Surabaya.
 
Acara pertama menghadirkan Yannick Cormier (baca: Yanik Kormiè), fotografer Prancis yang tinggal di India sejak lebih dari 10 tahun lalu. Ia menggeluti dunia fotografi dokumenter setelah menggeluti fotografi mode. Yannick akan berpartisipasi dalam Festival Foto Surabaya (FFS) 2015. IFI Surabaya bekerja sama dengan FFS akan memamerkan sejumlah karya foto yang menjadi bagian dari karya seri foto Yannick berjudul “Ideas are Like Fish”. Ia juga mengadakan temu wicara dengan publik pada Sabtu, 16 Mei 2015, di Atrium Ciputra World Surabaya.
 
Karya Yannick merupakan hasil jepretannya selama berada di Jogjakarta pada 2014. Ia menyusuri Jogja, bertemu masyarakat dan sejumlah seniman dengan berbekal kamera analog dan kejelian matanya. Foto-foto hitam putih karyanya nan artistik menyampaikan pesan kuat bagi publik, terutama penikmat seni fotografi.
 
Yannick mengunjungi tempat-tempat berkarya para seniman, menyusuri jalan-jalan yang gelap, desa-desa di lereng Gunung Merapi yang subur dan reruntuhan pura Hindu. Fotografer bermata tajam ini hanya memakai beberapa klise saja untuk satu obyek. Foto-fotonya berisi momen dibalut cahaya yang memberikan respek dan empati pada obyek-obyeknya.