IBU Maafkan Aku; Jadi Film Sambut Hari Pahlawan 10 November

IBU Maafkan Aku; Jadi Film Sambut Hari Pahlawan 10 November

XXI Djakarta Theater, Jakarta, Kabarindo- My mom is my hero.

Apalagi saat next month saat Republik tercinta memeringati Hari Pahlawan, itu tidak sekedar slogan tapi lewan tindahan raih hape untuk menelpon beliau atau kalau masih tinggal serumah memasakkan dan mencium tangan beliau.

Masih ingat ? Ibu, Ibu, Ibu dan Ayah........Kok baru yang ke-4 ayah karena memang IBU yang tidak hanya mengandung 09 bulan dan menyusui sampai 2 tahun, beliaulah yang mengawal balita menjemput baca dan tulis sehingga rona kehidupan menggayut dalam memori kita.

"Nonton trailernya saja sudah baper abiez, gimana 10 sampai 90 menit ke depan yaah, apalagi akting bunda Christine Hakim peraih tujuh Piala Citra yang memerankan ibu. Film ini jadi rekomendasi semua anak bangsa yang punya IBU, wajib tonton," papar Sumiati salah seorang blogger Koalisi Online Pesona Indonesia disingkat KOPI.

Sesaat sebelumnya Christine Hakim yang tak nampak sebagai perempuan santun dan siap memasuki usia kepala enam, tidak hanya sebagai aktor tapi juga Komisioner Lembaga Perlindungan Anak Indonesia- LPAI bersama Kak Seto.

Ia bersama dengan Ade Firman Hakim, Meriza Febriani, dan Marcelino Wibowo ini menjadi benang merah dari film yang dipercayakan kepada Amin Ishaq.

"Ini film perdana OMI Pictures dan InsyaAllah konsisten untuk film keluarga dan anak agar PH kami punya dedikasi untuk pembangunan keluarga Indonesia sebagai dasar awal paling hakiki masa depan anak bangsa, IBU," jelas mas Faiz sebagai produser film yang siap tayang 10 November pas Hari Pahlawan Nasional humble dengan semburat senyum.

Memang sudah jarang film yang berkutat pada skenario tentang moralitas pentingnya menghormati sosokIbu.

"Ketika saya baca skrip film ini saya langsung menangis. Karena saya berperan sebagai wanita tukang batu dan saat itu saya teringat perjuangan ibu saya ketika membesarkan anak-anak sendiri," jelas bunda Christine saat prescon di Djakarta Theatre, Jakarta, Selasa (25/10) kemarin.

Film yang turut dibintangi  dinilai Christine sebagai film yang mempunyai nilai moralitas tinggi."Buat saya film tentang ibu penting untuk zaman sekarang. Kita tahu bahwa perilaku anak zaman sekarang cenderung melupakan jasa seorang ibu. Film ini mengajak para anak-anak untuk lebih menghormati surga kalian, yakni ibu," jelas Christine.

Selain itu, Christine berharap film ini bisa menjadi syiar bagi masyarakat."Ngak cuma Islam yang mengajarkan untuk hormati ibu, semua agama memerintahkan untuk hormat terhadap ibu," ujar Christine.

Sinopsis Singkat:

IBU Hartini (Christine Hakim) membesarkan ketiga anaknya sendirian setelah suaminya meninggal. Dengan segala keterbatasannya, dia memperjuangkan hidup anaknya agar hidup mereka kelak tidak seperti dirinya. Menyekolahkan anak anaknya sampai tinggi menjadi mimpi yang harus diwujudkannya.

Bekerja sebagai pemecah batu kali menjadi pilihan terakhirnya agar bias terus bertahan hidup. Tuhan memberikan keringanan hidup kepada hartini berupa prestasi yang dicapai anak anaknya yaitu Banyu (SMA) dan Gendis (SMA), sedangkan Satrio masih SD.

Banyu tumbuh menjadi “Pilot” dalam keluarga ini. Sikapnya yang dominan seringkali (Gendis). Apalagi ketika Gendis mengenal seseorang yang dicintainya yaitu Panji. Konflik demi konflik mulai menghiasi hari hari keluarga ini.

Sampai pada satu titik dimana Banyu harus pergi ke Jakarta demi menggapai cita citanya dan kemudian Gendis terpaksa ditinggal oleh Panji laki laki yang dicintainya. Hartini mulai merasakan goyah yang kedua kali seperti dia ditinggal suaminya dulu. Terlebih ketika Gendis pun akhirnya memutuskan untuk meneruskan kuliah di Jogjakarta. Satrio menjadi satu satunya pelipur lara buat Hartini.

Waktu berjalan cepat hingga Banyu dan Gendis menjadi seorang yang diimpikan oleh Hartini. Banyu menjadi seorang Pilot dan Gendis menjadi seorang dokter. Mereka kembali kepelukan Hartini dengan kebahagiaan dan kebanggaan.

Tapi apakah itu arti kebahagiaan sesungguhnya buat Hartini?
Apa sesungguhnya yang diinginkan oleh Hartini ?
Rahasia apa yang selama ini disimpan Hartini kepada Banyu dan Gendis?

Trailer singkat menyisakan banyak pertanyaan tersebut, pasti Anda penasaraan, bukan ?


Jangan Lupa Saksikan di bioskop mulai 10 November 2016