IAKMI Atasi Ancaman DB; Mengedukasi Anak-anak

IAKMI Atasi Ancaman DB; Mengedukasi Anak-anak

Jakarta, Kabarindo- Penyakit demam berdarah (DB) adalah salah satu penyakit berbahaya yang kerap menimpa jutaan orang dewasa dan anak-anak setiap tahunnya.

Anggota populasi paling rentan terkena penyakit berbahaya ini adalah anak-anak. Melihat rentannya usia anak-anak untuk terkena penyakit berbahaya yang bisa dicegah ini, maka penting untuk menyebarkan edukasi tentang penyakit ini dan cara pencegahannya kepada anak-anak.

DB adalah salah satu jenis penyakit menular paling berbahaya yang dibawa oleh nyamuk dalam hal kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas). Sayangnya, tidak semua orang menganggap penyakit yang berpotensi merenggut nyawa ini dengan serius.

Menurut organisasi profesi kesehatan masyarakat yang bersifat non profit, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), pencegahan masalah DB bisa dilakukan dengan melakukan aksi-aksi tertentu. Salah satu aksi yang mereka lakukan adalah dengan mengedukasi anak-anak usia sekolah dasar mengenai bahaya DB dan cara-cara pencegahannya. Diharapkan, dengan edukasi dan keterlibatan masyarakat seperti ini bisa meminalisasi jumlah korban DB.

Baru-baru ini, IAKMI bersama produsen pengendali hama rumahan, SC Johnson, menggelar program pendidikan dan perubahan perilaku di 50 SD di lima daerah Jabodetabek yang memiliki prevalensi DB tertinggi. Kelima daerah tersebut adalah: Kelapa Gading, Palmerah, Duren Sawit, Pancoran, dan Kemayoran, sesuai data Dinas Kesehatan DKI awal tahun ini.

Vice President Developing Markets SC Johnson Francisco F Guerra dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, baru-baru ini mengatakan, dibutuhkan program yang mendorong seluruh pihak, termasuk orangtua, guru, dan anak-anak untuk turut berjuang melawan penyakit ini. Program-program yang dibutuhkan adalah dengan meningkatkan kesadaran, menginspirasi perubahan perilaku, dan mendorong untuk bertindak dalam hal ini.

"Pencegahan DB merupakan kebiasaan yang perlu ditanamkan pada anak-anak sedini mungkin melalui program-program khusus, seperti Jumantik Cilik. Harapannya, program-program yang melibatkan anak-anak melawan DB semacam ini bisa menjadi jalan perubahan perilaku yang efektif dalam pencegahan DB," kata Wakil Ketua IAKMI Husein Habsyi, SKM., MHComm.

DB adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk kepada manusia dengan infeksi virus Aedes. Musim hujan dan pancaroba merupakan periode tinggi aktivitas nyamuk dan ada banyak air tergenang di berbagai tempat, menjadi lokasi potensial perkembangbiakan nyamuk Aedes. Selama musim ini, insiden DB kerap meningkat, menjadikan masalah ini kritis untuk segera ditangani seperti dilansir dari laman beritasatu.