HoS Ajak Ikuti Tur Tematik; Kunjungi Museum

HoS Ajak Ikuti Tur Tematik; Kunjungi Museum

Surabaya, Kabarindo- Surabaya Utara yang dulu terkenal sebagai Oud Surabaia memiliki warisan budaya bernilai sejarah.

Di kawasan ini terdapat banyak bangunan cagar budaya diantaranya beberapa museum.

House of Sampoerna (HoS) mengajak trackers untuk mengunjungi museum - museum tersebut dalam program tur tematik Surabaya Heritage Track (SHT) ‘Tour The Museums’ setiap Selasa hingga Kamis selama 15-31 Mei.

Menurut Rani Anggraini, Museum Manager House of Sampoerna, tur ini diadakan untuk memperingati International Museum Day pada 18 Mei.

Tur terbagi dua rute. Rute pertama mengunjungi Museum Perjuangan Sepuluh November dan De Javasche Bank, sedangkan rute kedua mengajak trackers (peserta tur) mengunjungi ruang koleksi Escompto Bank dan Museum Kesehatan dr Adhyatma, MPH.

Museum Perjuangan Sepuluh November didirikan sebagai bentuk penghormatan atas keberanian arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dalam pertempuran 10 November 1945.

Trackers bisa melihat koleksi museum seperti rekaman asli pidato Bung Tomo untuk membangkitkan semangat juang arek-arek Suroboyo, juga diorama statis yang menggambarkan aksi kepahlawanan arek-arek Suroboyo yang bersenjata senapan rampasan melawan tentara sekutu yang mendarat di Surabaya.

Sedangkan De Javasche Bank adalah gedung berusia sekitar 102 tahun yang baru selesai dipugar dan difungsikan sebagai ruang memorabilia, ruang pamer dan pertemuan. Bank yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda ini membuka kantor cabang di Surabaya pada 14 September 1829. Kantor ini pernah dikuasai oleh pemerintah Jepang pada 1942.

Setelah tentara sekutu berkuasa, De Javasche Bank beroperasi kembali pada 6 April 1946. Kantor De Javasche Bank di Jl. Garuda pernah ditempati Bank Indonesia Surabaya selama beberapa tahun, kemudian menempati gedung di Jl. Pahlawan pada 1973.

Pada kunjungan ke Escompto Bank yang kini bernama Bank Mandiri Kantor Cabang Kembang Jepun, trackers bisa melihat koleksi di gedung yang dibangun pada 1928 oleh Marius J. Hulswit, arsitek Belanda ini. Di dalam ruang ini terdapat koleksi bersejarah seperti Groetbook yaitu buku besar yang mencatat neraca pemasukan dan pengeluaran bank yang ditulis tangan dan mesin ketik kuno.

Di Museum Kesehatan dr Adhyatma, MPH, dipajang aneka benda-benda bersejarah di bidang kesehatan dari berbagai daerah, suku, maupun agama atau kepercayaan. Masing – masing ditampilkan di ruang kelompok pamer yang disebut sasana.

Misalnya Sasana Kesehatan Budaya yang menceritakan upaya kesehatan berdasarkan kepercayaan atau supranatural. Ada juga Sasana Medik dan Non-Medik yang berisi berbagai peralatan medik dan non-medik yang digunakan oleh institusi kesehatan pada zaman dulu dan berkontribusi terhadap kemajuan kesehatan masyarakat.

Rani menjelaskan, tur tematik SHT diselenggarakan secara berkelanjutan pada periode-periode tertentu untuk memperkenalkan tempat-tempat menarik dan memiliki nilai sejarah di Surabaya. Tur dapat diikuti oleh wisatawan maupun masyarakat secara gratis.

‘Melalui tur SHT, para peserta bukan hanya menikmati berbagai bangunan cagar budaya, namun juga mendapat pengetahuan dan pengalaman baru,” ujarnya.