Hermawan Kartajaya; Usul Marketing Task Force

Hermawan Kartajaya; Usul Marketing Task Force

Terminal 3, Bandara Soetta-Tangerang, Kabarindo- Banyak pihak yang ingin berkontribusi dan salah satunya adalah pakar Marketing Plus-Mark Plus yang sudah malang melintang.

Yah, Hermawan Kartajaya mengaku bangga jadi relawan Jokowi JK dan tentu saja bersama redaksi di WAG Wow Save RI ingin memberikan usulan kepada presiden RI Joko Widodo.
 
"Mestinya ada task force langsung dibawah presiden kayak Bekraf jadi bertanggung jawab langsung ke presiden dengan anggota dari berbagai lembaga yang relevan sehingga tidak sektoral," jelas Hermawan lugas.

Menurutnya, saat ini sambut RI berusia 70 tahun, pemerintah membutuhkan Umbrella Concept yg lintas sektoral dan konsep nya konprehensif.

Redaksi takjub dengan kinerja luar biasa dari Hermawan Kartajaya yang sukses membuat MarkPlus Center for Tourism & Hospitality yang diresmikan Menteri Pariwisata Arief Yahya di Bali beberapa waktu lalu.

"
Saya siap berkontribusi konsep yang komprehensif dan adaptif dengan situasi online-offline sekarang demi Merah Putih yang sudah 70 tahun ini. Saya juga pernah masuk Dewan Penasehat BKPM tapi ya cuman sekali kali diajak bicara di acara. Tidak ada konsep yg komprehensif. Semua ikut sumbang saran walau pengertiannya sepotong sepotong, akibatnya tidak jadi apa apa.

Anggaran habis tidak maksimal karena lemah konsep dan sektoral dan tidak punya akses langsung ke- RI1," tulisnya lugas yang juga pencetus Gerakan Indonesia WOW yang diresmikan Presiden Jokowi dengan Lagu Indonesia WOW ! nya ciptaan dan dinyanyikan oleh Slank.

Lanjut ia sampaikan bahwa Indonesia itu butuh Marketing ( lengkap ) bukan hanya Promosi
 tapi marketing yang lengkap seperti Strategy ( Segmentation, Targeting, Positioning), Tactic ( Differentiation, Marketing Mix yg sering disebut 4P/ product, price, place,promotion, selling) , Value ( Brand, Service, Process ).

Anchor nya adalah PDB ( Positioning-Differentiation-Brand ) dari Indonesia yg bs jadi 'umbrella' bagi TTI plus S ( Service, untuk TKI kita diluar baik yg white atau blue collar ).

 Kemenlu pakainya TTIS.
Saya sudah bolak balik di minta paparan idea di semua departemen termasuk BNP2TKI, Kemenlu, BKPM, Kemendag apalagi Kemenpar," lanjutnya.


Hermawan Kartajaya sudah di BPPI singkatan Badan Promosi Pariwisata Indonesia tapi promosi itu ia ingatkan hanya seper tiga puluh enam dari Marketing (seperempat dari empat P kali sepersembilan dari Strategy/Tactic/Value).


Indonesia WoW..........!