Hendra Wijaya; Ingin Mewujudkan Cita Untuk Negerinya

Hendra Wijaya; Ingin Mewujudkan Cita Untuk Negerinya

XXI Epicentrum, Jakarta, Kabarindo- Indonesia bangga dengan Hendra Wijaya.

Ia adalah sosok CEO muda yang energik dan multitasking, anak negeri dari kota emas hitam yang peduli dan concern seni budaya dan ekonomi kreatif.

Redaksi takjub, ia menjelaskan bahwa punya PH bernama Best Production. "Apapun yang akan kami perbuat harus punya passion terbaik dari kinerja yang baik karena itu pasti berujung pada output yang baik jadi tidak sekedar niat dan perencanaan saja," ucapnya mengawali.

Lanjut ia jelaskan bahwa Best Production memang merintis sinergi dengan banyak pihak sebagai EO di Kota Bontang sebagai central managemen  dan tidak menutup kemungkinan akan bergeser di kota-kota sekitarnya sehingga memang sudah eksis di Kalimantan Timur tiga tahun terakhir dan sudah punya banyak karya yang berupa event serta program yang mendukung pariwisata, edutainment, kebudayaan serta tentu saja sektor ekonomi kreatif.

Hendra tidak sendiri karena ia memang bekerja secara tim dan semuanya adalah anak negeri kota Bontang dari bangku kuliah.

"Saya ini putera Dayak dari kutai barat kaltim   yang sangat menghargai keberagaman dan cinta negeri yang sangat majemuk, berbeda-beda adalah anugerah. Ini semua menjadi jalinan kerja kreatif untuk mempopulerkan bahwa dalam diri saya mengalir darah Dayak yang ingin bersinergi dengan siapapun," papar salah satu tokoh kepemudaan di Bontang dari beberapa OKP dan Ormas.

Terlahir dari keluarga yang pluralis sehingga keberagaman atau perbedaan sudah menjadi sarapannya dari kecil. Hendra ingin meretas dunia kreatif dengan tekad memperkenalkan budaya Dayak dan Bontang khususnya Kalimantan Timur sampai ke level Asia, mulai dari kainnya, kuliner, destinasi wisata, keberagaman budaya serta tentu saja adalah potensi anak-anak muda yang berkutat di dunia dan seni dan kreativitas.

Disadari oleh Hendra bahwa Kalimantan Timur akan dikepung oleh industri multimedia dan stasiun TV lokal untuk itu ia berkeinginan menjadi penyuplai program-program acara termasuk aktivitasnya off air yang mencirikan daerah asalnya sendiri karena ia memang merasa putera daerah yang lebih tahu dan pantas untuk memulai tentu saja dengan kerjasama dengan pihak lain.

Di tahun 2016 ini, lini usaha dari Best Production yaitu Best Pictures akan membuat Sinetron dan Film. "Saya bertekad untuk memperkenalkan potensi dari anak-anak daerah agar di kenal sampai ke Jakarta sebagai pusat ibukota, tidak hanya kepiawaian mereka dalam berakting, tapi juga aktivitas seni dan budaya mereka sehingga otomatis menjadi penerus musik-musik tradisional yang tetap lestari. Saya sudah siap membuka kursus akting, musik, pelatihan membuat film, kelas modelling termasuk menfasilitasi keberadaan studio rekaman musik sehingga semua bisa dijalankan dengan baik," papar penyuka alat musik Sapeq (gitar khas tradisional Dayak).

Ada yang menarik dari sosok muda yang energik dan selalu suka dengan budaya khas daerahnya ini bahwa ia ingin walau lahir dari kota besar tapi ingin kembali membangun kampungnya sampai meraih Rekor MURI & DUNIA seperti potensi dari Bontang, Kutai Timur, dan Kutai Barat.

Menurutnya mimpi besar itu dicatat dan siap direalisasikan dengan cara mencicilnya dengan melangkah dan terus maju sehingga Hendra tahu bagaimana ingin mewujudkan semua itu menjadi cita.

Tadi malam saat redaksi menjumpainya di gala premiere film Midnight Show, Hendra yang didampingi oleh Furqi pun mengingatkan bahwa Best Production adalah passionnya untuk memajukan kampung halamannya agar setara dan di akui oleh level Asia bahwa putera daerah pun bisa mewujudkan mimpinya. Ia pun mendapat dukungan dari aktor Reza Rahadian dan produser muda, Gandhi Fernando agar Hendra bisa berbuat lebih banyak di kancah perfilman nasional, semoga....!


Bravo Hendra............! Good Luck Bro......