Hatta Rajasa; Raih Gelar Baru Dari BPPT

Hatta Rajasa; Raih Gelar Baru Dari BPPT

Auditorium BPPT, Sudirman, Jakarta, Kabarindo - Satu lagi, anak negeri terbaik versi BPPT.

Alumnus ITB, DR. (HC) Ir. M. Hatta Rajasa yang lahir 60 tahun yang lalu di Palembang. Ia Dianugerahi Honory Principal Engineer- Perekayasa Utama Kehormatan dari BPPT Bidang Kebijakan Teknologi tahun 2013

Tampak hadir seluruh kolega Hatta dari KIB Jilid II dan jajaran BPPT dan Kemenristek dengan prosesi laiknya wisuda dengan orasi ilmiah berjudul Akselarasi Pembangunan Berbasis Teknologi: Optimalisasi Kebijakan Inovasi.

Anda harus tahu dari rilis dinyatakan bahwa Gelar tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada warga negara pilihan atas jasa-jasanya yang sangat besar dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Sudah ada sejak tahun 2007 dan sudah ada 7 orang anak negeri pilihan yang menerima gelar tersebut dengan bidang yang berbeda.

Mereka adalah:
1. Prof.Dr.Emil Salim tahun 2007
Perekayasa Utama Kehormatan Bidang Lingkungan-Kebumian
2.  Dr.HC.Ir.Ciputra tahun 2008
Bidang Manufaktur Arsitektur
3. Dr.Ir.Rachmat Gobel thn 2009
Bidang Manufaktur dan Industri
4. Dr. Ir. Arifin Panigoro tahun 2010
Bidang Energi
5. Prof Dr.Ir. Wiratman Wangsadinata tahun 2011
Bidang Infrastruktur
6. DR.Martha Tilaar tahun 2012
Perekayasa utama kehormatan
Bidang kesehatan dan Obat-obatan
7. Dr.Ir.M.Hatta Rajasa tahun 2013
Perekayasa utama kehormatan
Bidang Kebijakan Teknologi

Dari paparan DR. Marzan A Iskandar selaku Ka.BPPT yang juga alumnus  ITB bahwa Hatta Rajasa dianggap telah berjasa menetapkan kebijakan pembangunan ekonomi nasional yang berbasiskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang berdaya saing ditopang penguasaan IPTEK.

"Gagasan itu dituangkannya pada Masterplan Percepatan dan perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025 atau MP3EI yang salah satu pilarnya adalah Percepatan Kemampuan Sumber Daya Manusia dan IPTEK Nasional," jelas Marzan.

Lanjut dijelaskan bahwa penganugerahan ini dipandang tepat saat Indonesia memasuki tahun penting yaitu bersatunya negara kita dalam sebuah komunitas yang lebih besar yakni Masyarakat ASEAN (ASEAN Community) tahun 2015 mendatang. Terintegrasinya pasar kita dengan pasar negara-negara ASEAN akan membawa konsukwensi yang sangat besar yakni diperlukannya negara kita untuk memiliki keunggulan kompetitif.

Dalam orasi ilmiahnya, Hatta Rajasa menyebut andil besar dari BJ Habibie sebagai Bapak IPTEK yang sudah meletakkan dasar pembangunan berbasis teknologi sehingga membawa perubahan pada kebijakan pemerintah di masa mendatang ke arah pembangunan ekonomi yang berdasarkan pada pemanfaatan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi atau Knowledge Based Eonomy.

"Saya terus memperjuangkan dalam kerangka desain MP3EI yaitu penerapan 3 Pilar Strategi yaitu Pengembangan Koridor Ekonomi, Perkuatan Konektivitas Nasional dan Mempercepat Kemampuan SDM dan IPTEK Nasional," jelas Hatta gamblang.

Indonesia saatnya mewajibkan membangun industri hilir, jadi pemerintah sudah melaraang dan tidak boleh lagi menjual asset kekayaan alam energi Indonesia dalam kondisi mentah tapi harus diolah dengan value added.

Jadi Indonesia tidak bergantung lagi pada produk-produk impor saja.


Congratz Sir...................!