Harry De Fretes; Gelar Lomba Kesenian Betawi

Harry De Fretes; Gelar Lomba Kesenian Betawi

Jakarta, Kabarindo- Sekarang banyak musikal dan opera yang mengupas tentang kisah rakyat Betawi di dalam pementasan. Saya dan teman-teman juga tergerak melakukan lomba khas Betawi.

Hal itu dipapar oleh Harry di Thamrin Citi, Jakarta, Senin (21/5) kemarin seperti dilansir dari laman MIcom.

Perlombaan bertajuk Ekspresi Pentas Anak Sekolahan (Petasan) yang memasuki tahun kedua tersebut akan berlangsung antara 15 Juni sampai 14 Juli di Thamrin City. Perlombaan terbagi atas tari kreasi, lenong, dan nyanyi Betawi.

"Sekarang anak-anak kota sudah mulai melupakan budaya Betawi di tengah era modern. Jadi, ini sebagai wadah untuk menjaga budaya Jakarta," jelas Harry.

Lelaki kelahiran Hannover, Jerman pada 24 September 1967 itu menjelaskan budaya Barat begitu deras menggerogoti budaya lokal sehingga pengertian lenong juga sempit dipahami.

"Itu bukan sekadar ditampilkan atau sekadar bercanda. Namun, ada filosofi. Saya bikin lomba untuk melihat anak-anak bergairah lagi. Ada suguhan tradisional," jelasnya.

Kini, di Jakarta kesenian lenong mulai kehilangan taji. Namun, masih banyak terdapat di pinggiran Jakarta, seperti Tanggerang dan Bekasi.

"Grup lenong banyak di pinggiran. Saya melihat masih ada 20 kelompok lebih. Nah, kami mau kenalkan lenong di Jakarta agar nggak kalah dengan drama Korea," cetusnya.

Harry mengenal lenong sejak kecil saat ia tinggal di sebuah gang di daerah Cipete. Sekarang, ia mengungkapkan tak melihat kesenian lenong di sekitar Cipete. "Lewat lomba ini, saya mau mengangkat kejayaan lenong lagi."