Gubernur Jateng; Berharap Daerah Gelar Pawai Budaya

Gubernur Jateng; Berharap Daerah Gelar Pawai Budaya

Purbalingga, Kabarindo- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ia mengharapkan setiap daerah khususnya Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen (Barlingmascakeb) dapat menggelar kegiatan pawai budaya secara rutin dan bergiliran.

"Dengan demikian, masyarakat akan lebih mengenal budaya yang berkembang di wilayahnya," kata Ganjar, di Purbalingga, Minggu.

Gubernur mengatakan hal itu saat memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan Pawai Budaya Purbalingga 2013 di sisi selatan Alun-alun Purbalingga.

Pawai budaya ini digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-183 Kabupaten Purbalingga yang jatuh pada tanggal 18 Desember.

Lebih lanjut, Gubernur mengatakan bahwa kegiatan pawai budaya dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berwisata ke daerah itu.

Kegiatan pawai budaya Purbalingga diikuti sejumlah sekolah, kelompok masyarakat, dan satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) di Purbalingga dengan menampilkan berbagai kesenian dan budaya yang berkembang di daerah itu.

Berbagai atraksi seni budaya yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut, antara lain kesenian kentongan, hadroh, keroncong, dan lengger.

Para peserta tampak bersemangat mengikuti jalannya pawai budaya meskipun cuaca di Kota Purbalingga terasa sangat terik.

Beberapa siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sudirman Purbalingga tetap berjoget sambil diiringi musik kentongan meskipun mereka tidak mengenakan alas kaki saat berpawai dengan menyusuri jalan beraspal yang terasa panas akibat sengatan sinar matahari.

Saat melewati panggung kehormatan yang berada di sisi selatan Alun-alun Purbalingga, setiap kelompok wajib menampilkan atraksi seni budaya di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Purbalingga Sukento Ridho Marhaendrianto, dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan pawai budaya inipun menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dari berbagai daerah di Kabupaten Purbalingga untuk menyaksikannya.

Mereka memadati pinggir-pinggir jalan yang dilalui pawai budaya, yakni Jalan MT Haryono dan Jalan Jenderal Soedirman.

Salah seorang warga Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Dian mengaku kagum terhadap antusiasme para pelajar untuk mengikuti pawai budaya.

"Mereka (pelajar, red.) masih muda, namun terlihat sangat bangga terhadap seni budaya yang berkembang di Purbalingga, tidak seperti kebanyakan pemuda saat ini yang sering kali malu jika harus mempertunjukkan kesenian tradisional," katanya.

Kendati demikian, dia menyayangkan kegiatan pawai budaya tersebut kurang tertata rapi dan terkesan membosankan.

Menurut dia, hal itu terlihat dari beberapa kelompok peserta yang mengenakan kostum seadanya seperti baju sekolah dan dan pramuka meskipun mereka memainkan kesenian tradisional.

"Coba saja kalau digarap secara profesional dan seluruh pesertanya menggunakan pakaian adat atau kostum yang sesuai, pasti akan lebih menarik dan wisatawan pun akan tertarik untuk datang guna menyaksikan pergelaran ini," katanya seperti dilansir dari laman antaranews.