Google Chrome; Hadirkan Kisah Ramayana

Google Chrome; Hadirkan Kisah Ramayana

Jakarta, Kabarindo- Di penghujung bulan Mei 2012.

Google mengumumkan peluncuran Ramaya.na, sebuah eksperimen di browser Chrome yang menyuguhkan cerita epik Ramayana kepada audiens moderen dengan format teknologi tinggi. 

Ramayana pertama kali ditulis sekitar 2.500 tahun yang lalu, dalam sekitar 50.000 baris ayat Sansekerta. Ramayana yang awalnya merupakan cerita epik India telah menyebar ke seluruh Asia Tenggara, berbaur dengan budaya lokal dan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Cerita ini terus dikisahkan dalam berbagai bentuk: di Indonesia, Ramayana sering dikisahkan melalui seni tari; di Thailand, dikisahkan melalui wayang. Ramayana juga ditampilkan dalam bentuk film dan serial TV.

Sekarang, kisah klasik ini muncul kembali dengan sebuah konsep baru sebagaimana Google telah mengadaptasikan Ramayana untuk dunia moderen yang berteknologi tinggi.

Sekarang Anda bisa medapatkan pengalaman Ramayana pada browser web Anda melalui HTML5 dan Javascript, mempersembahkan desain animasi interaktif yang diharapkan mampu untuk menghidupkan cerita epik tersebut dan menghadirkan sebuah cara mendongeng yang moderen. Kami menyebutnya Ramaya.na.

Versi interaktif Ramaya.na mencakup episode di mana Pangeran Rama bertempur melawan Raja Iblis Rahwana untuk menyelamatkan istrinya, Shinta.

Untuk memberikan sentuhan moderen kepada kisah kuno ini, Google menggunakan produk-produknya seperti Maps (Peta), Chat serta elemen-elemen khusus Chrome seperti Incognito mode dan Omnibox.

Misalnya, ketika ayah Putri Shinta memberikan pengumuman resmi untuk mencari pria yang berkenan untuk meminang putrinya, Ia mengumumkan kepada seluruh kerajaan melalui Google Chat; dan ketika Raja Iblis Rahwana berusaha untuk menjebak Shinta dengan menyamar sebagai seorang biksu, Rahwana menggunakan Chrome Incognito mode yang memungkinkan dirinya untuk mendapatkan identitas yang berbeda.

Selain elemen khusus Google dan Chrome, kami juga menggunakan teknologi WebGL dan HTML 5 pada beberapa bagian cerita yang di kenal penonton, seperti pembakaran kerajaan Rahwana dan pembangunan Jembatan Rama.

Kami terinspirasi oleh eksperimen Chrome yang mengimajinasikan ulang sebuah video musik seperti The Wilderness Downtown dan Three Dreams of Black. Kami mengambil alur cerita dasar dari Ramayana dan berpikir bagaimana karakter-karakternya akan bertindak pada masa kini, seperti berkomunikasi dengan temannya (lewat chatting) atau mencari lokasi-lokasi baru (melalui Google Maps).

Secara visual, Ramaya.na disajikan di beberapa jendela browser yang disinkronisasikan, yang menggunakan fitur-fitur seperti canvas di HTML5 untuk menyajikan cerita sekaligus mengundang pengguna.


Cobalah animasi ini dengan mengunjungi ramaya.na.