Go Togean 2017; Berwisata Di Garis Khatulistiwa

Go Togean 2017; Berwisata Di Garis Khatulistiwa

Bandara Mutiara Sis-Al Jufry, Palu, Sulawesi Tengah, Kabarindo- Pantas saja tagar #SulTengSapaDunia pasca event nasional Gerhana Matahari Total -GMT 2016 lalu makin menguat dan jadi tagar favorit para pemandu wisata, pelaku wisata sampai masyarakat yang bermedsos.

Mengapa Medsos dan Digital Marketing ?

Yah, suku dinas pariwisata pemprov Sulawesi Tengah memang mengakhiri 2016 ini dengan resolusi sambut 2017. "Sulawesi Tengah memang punya dua destinasi unggulan yakni
Togean Island- TI dan Taman Nasional Lore Lindu- TNLL yang secara massive berpromosi dengan platform Digital Marketing. Ini yang menjadi alasan utama akhir pekan kemarin sampai awal pekan ini selama 4 hari digelar Bimbingan Teknis berkenaan dengan promosi berbasis medsos atau istilah dari kak Al sebagai salah satu narsum adalah IoT-Internet of Things jadi saatnya sinergi dengan platform digital bersama dengan masyarakat pariwisata Tojo Una-Una (Touna)," papar Syam, Kabid didampingi Kasinya Nisfha dari SukuDinas Pariwisata & Ekraf Sulawesi Tengah.

Sudah banyak media yang mengulas wisata bahari dan potensi dari Kepulauan Togean yang ada di To Una itu yang memang kepulauan atau pantai-pantai yang dilalui garis khatulistiwa.

Di Kepulauan Togean, setidaknya terdapat 426 pulau, 300 titik menyelam, dan memiliki biota-biota laut yang langka. Biota tersebut antara lain Karang Payung, ubur-ubur khusus yang berkumpul di pusat danau, ikan napoleon, kerapu tikus, dan beragam kepiting. Pulau Unauna, Batudaka, Togean, Talatakoh, Waleakodi dan Waleabahi merupakan pulau-pulau besarnya.

“Tidak hanya ada titik sauh atau bung jangkar dari kapal pesiar atau yacht agar bisa menikmati wisata underwater atau watersport disekitar TogeaN tapi juga titik diving yang paling menarik adalah terdapat lokasi Bomber Wreck Point, warisan Perang Dunia yang kini menjadi rumahnya biota laut. Karena banyaknya kepulauan di kabupaten kami pula, pada tahun 2003 sudah diresmikan menjadi Taman Wisata Alam Laut saat pemerintahan Presiden Megawati, harus dicatat berawal dari 1975 sudah banyak wisman yang datang keTogeaN," jelas Jafar pelaku industri sekaligus juga wakil Ketua DPRD Tojo Una-Una yang berhasil ditemui redaksi.

Togean juga punya pesona pulau Tanjung Api dan inilah keunikan sekaligus keajaiban sang maha kuasa. Saat semua peserta BimTek sekitar 40-an mendekati pulau dengan speedboat, Bayu dari Duta Wisata berseru takjub, "Wuih ada gelembung udara dan memang saat kita menancapkan bambu yang lubang ditengahnya dan disulut api akan menyala. Apalagi kalau kita turun dan mengais atau menggali tanah yang kering dengan tebing langsung keluar kobaran api padahal di atasnya ada vegetasi rimbun," celetuknya bangga.

Berdasar Wikipedia, kabupaten Tojo Una-una adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Ampana. Semula kabupaten ini masuk dalam wilayah Kabupaten Poso namun berdasar pada UU No. 32 Tahun 2003 Kabupaten ini berdiri sendiri. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.726 km² dan berpenduduk sebanyak 99.866 jiwa (2000). Hasil survei Marine Rapid Assessment Program (MRAP) oleh Conservation International Indonesia (CII) tahun 1998 di Kepulauan Togean dan Banggai menunjukkan bahwa kepulauan Togean merupakan salah satu bagian ekosistem terumbu karang penting dari ‘coral triangle’ yang meliputi wilayah Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua Nugini, Jepang dan Australia. Terumbu karang di Kepulauan Togean kaya akan keanekaragaman hayati laut dengan 4 type terumbu karang : karang tepi (fringing reef), karang penghalang (barrier reef), karang tompok (patch reef), dan karang cincin (atoll).

Hasil Marine RAP mencatat dan 262 spesies karang yang tergolong kedalam 19 Familia pada 25 titik terumbu karang yang tersebar di Kepulauan Togean. Hasil Marine RAP juga mencatat adanya jenis karang endemik Togean, yaitu Accropora togeanensis pada 11 titik pengamatan terumbu karang. Enam jenis karang baru juga ditemukan di Kepulauan Togean dan Banggai yaitu masing-masing satu jenis dari genus Acropora, Porites, Leptoseris, Echinophyllia dan 2 jenis dari genus Galaxea. Jenis ikan terumbu karang tercatat 596 spesies ikan yang termasuk dalam 62 Familia. Jenis Paracheilinus togeanensis dan Ecsenius sp diduga kuat merupakan endemik yang hanya bisa ditemukan di Kepulauan Togean. Selain itu juga tercatat 555 spesies moluska dari 103 famili, 336 jenis Gastropoda, 211 jenis Bivalvia, 2 jenis Cephalopoda, 2 jenis Scaphopoda dan 4 jenis Chiton.

Kepulauan Togean merupakan ekosistem pulau-pulau kecil yang sangat strategis di Teluk Tomini dan secara sosial ekonomi mendukung wilayah daratan di sekitarnya, terutama dalam pemanfaatan sumberdaya laut. Hal ini akan memberikan dampak baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap terumbu karang yang ada di Kepulauan Togean sehingga perlu dilakukan upaya pengelolaan yang terpadu dan lestari.

"Bangga sekali momentum Bimtek ini yang menghadirkan pembicara dari KOPI-Koalisi Online Pesona Indonesia Arul Muchsen yang suka disapa kak AL bersama dengan kolega lainnya raih dukungan Bupati Tojo Una-Una dan DPRD sehingga tadi malam punya Deklarasi Lawaka tentang pendirian Asosiasi Pariwisata Tojo Una-Una," lanjut H. Ambo atau biasa disapa Zainuddin putera Bugis yang sudah berhasil menjadi pengusaha di Tojo Una-Una ini.


Go TogeaN 2017.....!