Gempita Dulcolax; Sambut Ulang Tahun Ke-60

Gempita Dulcolax; Sambut Ulang Tahun Ke-60

Jakarta, Kabarindo- Dari rilis yang diterima redaksi.

Merayakan ulang tahun ke 60 Dulcolax di tahun 2015 kali ini dirayakan ditengah-tengah masyarakat. Berada di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Dulcolax menghadirkan rangkaian kegiatan.

Akhir pekan kemarin, Dulcolax melibatkan partisipasi para front-liners dalam “games ajak-ajak”, dimana para front liner mengajak dan mengundang pengunjung GBK untuk dating ke acara Gempita Dulcolax 2015.

Kemeriahan acara tersebut dengan menghadirkan senam Zumba bersama Laila Munaf, dan komedi Talk Show bersama KOMANDA (Komedian, Musisi dan Atlet Indonesia). Hadir dipagi itu adalah Komeng, Taufik Hidayat, Juana Wangsa Putri, Bedu, Rico Ceper, Chika Jessica, Ajul Jiung, Ikmal Tobi dan Goyang Sesar.

Indra Sugiharto , Senior Brand Manager Dulcolax mengatakan bahwa kejadian sembelit cukup tinggi karena sebuah riset menyatakan satu dari dua orang mengalami susah BAB dalam tiga bulan terakhir. Bahkan, wanita memiliki risiko empat kali lebih tinggi menderita sembelit dibandingkan dengan pria. Padahal, untuk mencegah terjadinya sembeli sangat mudah yaitu dengan menerapkan gaya hidup sehat beruba konsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayuran, banyak minum air putih. Sayangnya, di tengah masyarakat banyak berkembang mitos-mitos seputar sembelit, terutama di kalangan wanita.

Akhirnya, sembelit pun kerap dianggap masalah enteng oleh masyarakat dan banyak yang tidak mengetahui cara penanangan dan pencegahannya dengan baik.”

“Untuk itulah, kami didukung oleh para apoteker dan dokter melakukan edukasi melalui acara Gempita 60th Dulcolax supaya masyarakat lebih paham tentang penanangan sembelit dan susah BAB” paparnya lugas.

Sementara itu Laudya Cynthia Bella,  artis sinetron cantik dan juga personil BBB punya pengalaman menarik berkenaan BAB.

“Saya kerap merasa tidak nyaman untuk BAB selain dirumah, akhirnya selama berpergian dari rumah saya selalu mengalami sembelit. Namun, setelah mengetahui gaya hidup sehat mampu mencegah sembelit sejak tiga tahun lalu. Saya tidak mengalami hal tersebut lagi,” ucapnya.

Dr dr H Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB FINASIM FACP sebagai Staf pengajar divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM mengatakan bahwa banyak penelitian menunjukan wanita lebih banyak mengalami sembelit dibandingkan pria. Hal tersebut karena faktor hormonal wanita dan kebiasaan kurang gerak. Tidak hanya itu, lanjut dia, stres yang sering dialami wanita juga membuat sembelit. Ha tersebut terjadi karena antara otak atau faktor psikis dengan usus atau pencernaan saling berhuungan. Misalnysa saja seseorang mengalami stes berupa cemas malah akan menjadi diare atau bahkan sembelit. Untuk itu, sebisa mungkin menghindari stres serta menerapakan gaya hidup sehat.

Namun apabila mengalami sembelit, sebaiknya menggunakan obat yang mengandung bulk laxative dan stimulant laxative. Peranan obat pencahar tersebut telah terbukti efektif mengatasi sembelit kronis berdasarkan studi keperpustakaan, analisa data klinis, dan berbagai penelitian.