Gelaran Healing HeARTs; Siap Di Pertontonkan 28 November 2015

Gelaran Healing HeARTs; Siap Di Pertontonkan 28 November 2015

Jakarta, Kabarindo- Dari rilis yang diterima redaksi.

Ballet at Kunstkring series, rencananya Healing HeARTs akan di pertontonkan 28 November 2015, pukul 13:00 dan 19:00 di Tugu Kunstkring Paleis Lantai 2, Jl. Teuku Umar no. 1.

Ini adalah perayaan atas peran seni sebagai sarana penyembuh luka batin dan depresi yang kerap menghinggapi warga perkotaan, dan didukung oleh Ikatan Terapi Musik Indonesia dan Komunitas Ciliwung Merdeka.

 “Seni adalah obat bagi hati,” demikian kata Sandyawan Sumardi, pimpinan dari Komunitas  Ciliwung Merdeka dan aktivis sosial. Untuk melipur hati anak-anak Ciliwung Merdeka yang kenyang menghadapi macam-macam persoalan khas kerasnya kota Jakarta, seperti penggusuran dan banjir menahun, anak-anak tersebut diberi kesempatan untuk belajar ballet sejak bulan Agustus lalu, dan tarian mereka yang merupakan fusi tarian ballet dan Sunda akan ditampilkan pada kesempatan ini. Acara ini pun akan dibuka dengan ballet klasik bernuansa Sunda “Kabayan dan Iteung pas de deux” yang akan dibawakan oleh penari dari Marlupi Dance Academy.

Seni tari ballet sendiri telah terbukti mengangkat keadaan degradasi moral menjadi masa keemasan. August Bournonville, seorang koreografer terkenal membuat karya-karya yang sukses menjadikan Denmark sebagai salah satu negara utama di kancah ballet dunia, selain Rusia, Inggris, Amerika, Prancis dan Italia. Salah satu hasil karyanya yang berjudul Kermesse in Bruges akan dipentaskan dalam kesempatan ini dibuat sebagai pengingat pentingnya pandangan yang positif terhadap hidup. Pertunjukan ini juga merupakan milestone dalam dunia ballet Indonesia karena ini adalah pertama kalinya ballet beraliran Bournonville (yang berbeda dengan aliran Rusia atau Inggris yang biasa ditemui) akan dipentaskan di Indonesia dan ditarikan oleh penari Indonesia.

Bukan hanya seni tari, seni musik juga dikenal memiliki pengaruh terhadap tubuh dan jiwa manusia, dan dapat menjadi media terapi untuk memaksimalkan kehidupan setiap insan. Untuk itu, Komunitas Ikatan Terapi Musik Indonesia berkolaborasi dengan penari ballet dari ballet.id dan EKI Dance Company untuk menciptakan sebuah pertunjukkan ballet diiringi live music (piano dan biola) yang menekankan pada kekuatan seni sebagai penyembuh (healing). Pertunjukan ini diilhami oleh jiwa dari terapi musik yang merupakan cabang dari terapi seni ekspresif yaitu kekuatan seni yang dapat menggugah bahkan menyembuhkan setiap jiwa.

Ballet at Kunstkring series : Healing HeARTs dipersembahkan oleh ballet.id bekerja sama dengan Tugu Kunstkring Paleis dan didukung oleh Kedutaan Australia dan Sjuman Instruments.