Garden Palace Hotel; Siap Bersaing Sambut MEA 2015

Garden Palace Hotel; Siap Bersaing Sambut MEA 2015

Surabaya, Kabarindo- Tumbuhnya hotel-hotel baru di Surabaya selama beberapa tahun terakhir membuat persaingan di bisnis perhotelan makin ketat.

Sebagian besar hotel baru tersebut adalah budget hotel dan hotel bintang tiga yang umumnya menyasar segmen bisnis karena Surabaya menjadi pusat bisnis di Indonesia Timur. Hal ini mengikis pendapatan hotel-hotel yang telah lama eksis.

Menghadapi kondisi demikian, pihak manajemen hotel-hotel lama menerapkan strategi untuk memenangkan persaingan diantaranya dengan melakukan renovasi, menambah fasilitas dan meningkatkan layanan seperti yang dilakukan Garden Palace Hotel (GPH).

Director of Sales & Marketing GPH, Ririen Wiyanto, mengatakan pihaknya siap bersaing dengan hotel-hotel baru yang tumbuh pesat di Surabaya dengan melakukan renovasi antara lain pada kamar dan restoran serta menambah fasilitas baru gedung perkantoran.

“Kami menyadari persaingan di bisnis perhotelan makin ketat. Tapi kami sudah mengambil langkah-langkah untuk menghadapinya,” ujarnya pada Kamis (23/10/2014).

Ririen menjelaskan, GPH memiliki 370 kamar yang sudah 80% selesai direnovasi. Tinggal tiga  lantai yang sedang dikerjakan dan diperkirakan tuntas pada awal tahun depan. Selain kamar, GPH merenovasi resto-restonya diantaranya Green House. Juga membangun IBT Office Building dengan kolam renang di atasnya yang dalam tahap penyelesaian.

Ririen mengatakan, GPH juga memiliki keunggulan berupa kamar-kamar tematik yang tak dimiliki hotel lainnya di Surabaya. Ia memaparkan, di lantai 16 terdapat kamar-kamar bertema Nusantara yang bernuansa Indonesia. Lantai 17 merupakan Oriental Floor yang terletak kamar-kamar berciri khas Oriental. Kemudian lantai 18 adalah Japanese Floor yang terdapat kamar-kamar bernuansa Jepang dengan furnitur serba kayu. Sedangkan lantai 19 merupakan Roman Floor yang menyediakan kamar-kamar bernuansa Eropa.

“Tamu bisa memilih kamar tematik yang diinginkan saat booking,” ujar Ririn.

Ia menambahkan, meski GPH merupakan hotel bintang empat namun memiliki fasilitas dan layanan seperti hotel bintang lima. Ada 7 restoran yang salah satunya Green House menyediakan kuliner lengkap mulai dari menu-menu tradisional, Cina, Jepang hingga Western. GPH juga memiliki Royal Club di lantai 12 yang dilengkapi smooking area.

Ririen optimistis, dengan upaya tersebut, GPH akan tetap diminati tamu. Ia menyebutkan, 80% tamunya lokal, sisanya dari luar negeri. Dari tamu lokal, 27% dari korporat dan 29% dari pemerintahan.

Ia mengatakan, meski muncul banyak hotel baru, okupansi GPH cukup bagus. Pada September lalu, okupansinya mencapai 81%. Ia menargetkan okupansi rata-rata hingga akhir 2014 sebesar 72%,  naik dari 64,7% pada tahun lalu. Dari sisi pendapatan hotel, penjualan kamar memberikan kontribusi 60%, sisanya disumbang oleh Food and Beverage.