Garden Palace Hotel; Sajikan 70 Racikan Nusantara

Garden Palace Hotel; Sajikan 70 Racikan Nusantara

Surabaya, Kabarindo- Tanggal 17 Agustus sudah berlalu, namun nuansa dan semangat Hari Kemerdekaan Indonesia masih terasa kuat.

Semangat tersebut ditunjukkan Garden Palace Hotel (GPH) Surabaya dalam merayakan Hari Kemerdekaan dalam bentuk kuliner dengan menyajikan 70 Racikan Nusantara berupa 70 macam hidangan.

Menurut Executive Sous Chef GPH, Zainudin, menu yang disajikan berjumlah 70 disesuaikan dengan 70 tahun Kemerdekaan Indonesia. Dinamai 70 Racikan Nusantara karena menyajikan bermacam menu dari seluruh Nusantara.

“Indonesia merupakan salah satu surga kuliner di dunia yang memiliki beragam makanan maupun minuman dari seluruh pelosok negeri. Indonesia juga dijuluki mother of spices yang memiliki bermacam rempah yang menghasilkan masakan dengan cita rasa tinggi,” ujarnya pada Kamis (20/8/2015) kemarin.

GPH menyajikan 70 Racikan Nusantara mulai hidangan pembuka hingga penutup untuk makan malam secara prasmanan (buffet) di Greenhouse Bistro hingga 2 September 2015. Tamu bisa menikmati masakan khas dari berbagai daerah di Indonesia hasil kreasi Chef Zain bersama tim dapur-nya.

Chef Zain menjelaskan, ke-70 menu tersebut disajikan berganti-ganti setiap hari, 10 diantaranya adalah hidangan utama. Total disajikan 35 menu setiap malam tidak termasuk sambal. Tersedia 5 macam sambal yaitu sambal trasi, sambal bawang, sambil ijo, sambal pencit dan sambal bajak.

Sambal trasi cocok dinikmati bersama menu sambal goreng ati dan tahu tempe, sambal bawang enak dicocol dengan plecing kangkung, sambal ijo pas disantap dengan rendang, sambal pencit sedap dilahap dengan tahu tempe bacem, sedangkan sambal bajak cocok dinikmati dengan menu apapun sehingga jadi favorit tamu.

Dari 70 menu tersebut, Jawa menyumbang 25 menu diantaranya 10 makanan khas Jatim salah satunya Otak-Otak Gresik. Dari Surabaya disajikan menu andalan seperti rawon, sambal goreng ati dan tahu tempe, serta kudapan antara lain jemblem dan kelepon. Ada pula aneka rujak seperti rujak cingur, rujak manis dan rujak tolet.

Di antara bermacam makanan khas tersebut ada 4 menu yang jarang ditemui di Surabaya yaitu Laksa Betawi dari Jakarta, Sate Maranggi Purwakarta, Serundeng Babat Bandung dan Palumara Makassar. Di daerah asalnya, Palumara dibuat dari ikan papeda. Namun Chef Zain menggunakan ikan kakap putih. Bisa pula diolah dari bandeng tanpa duri.

Ada pula menu dengan nama unik seperti Telur Sembunyi dari bahan usus sapi yang dimasukkan ke dalam telur, diolah dengan bumbu bawang merah dan putih, jahe, kemiri dan sereh. Bumbu ini diblender lalu ditumis bersama telur berisi usus.

Menurut Novita Opraningtyas, Public Relations Manager Garden Palace Hotel Surabaya, pihaknya menyajikan 70 Racikan Nusantara tersebut untuk memanjakan lidah tamu. Mereka tak perlu jauh-jauh berkeliling Indonesia untuk mencicipi makanan khas dari berbagai daerah.

“Tamu bisa berwisata kuliner di sini,” ujarnya.

Novi mengatakan, banyak tamu yang memanfaatkan event tersebut karena bisa memilih menu-menu yang disukai, terutama tamu yang berasal dari suatu daerah. Mereka bisa menikmati makanan dari daerah asalnya sebagai pengobat kangen. Tamu asing juga senang bisa mencicipi bermacam menu khas tersebut.

“Ada tamu asing yang suka pecel. Dia tanya mana peyeknya sebagai pelengkap pecel,” ujar Novi lalu tertawa.

Melihat antusiasme tamu, GPH berencana menggelar event serupa pada tahun depan dan mungkin bisa menjadi agenda tahunan.