GSK Bersama FKG Moestopo; Saling Berkolaborasi

GSK Bersama FKG Moestopo; Saling Berkolaborasi

Jakarta, Kabarindo- GlaxoSmithKline (GSK) melalui produk Sensodyne berkomitmen untuk melakukan edukasi berkesinambungan dalam meningkatkan dan mengembangkan pendidikan ilmu kedokteran gigi di Indonesia.

Sejalan dengan perayaan hari ulang tahun emas 50 tahun Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) [FKG UPDM (B)] 1962–2012, akan diadakan pameran, pertemuan FKG serta seminar yang akan menghadirkan pakar kedokteran gigi dari dalam dan luar negeri pada 14-16 Juni 2012, pukul 08.00 – 17.00 di Balai Kartini, Jakarta yang juga akan didukung dan diikuti oleh GSK.

Acara yang bertemakan “Konsistensi FKG UPDM (B) Dalam Mendukung Profesionalisme di Bidang Kedokteran Gigi” ini terbuka bagi dokter gigi spesialis, dokter gigi, PPDGS (Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis), mahasiswa maupun masyarakat umum. Dalam acara ini akan tersedia pameran alat-alat dan bahan kedokteran gigi, kegiatan ilmiah, seminar/seminar pendek dengan topik Periodontik, Dental Implant, Orthodonti, Konservasi, dan Prostodonti.

Sebagai pakar gigi sensitif, Sensodyne - merek pasta gigi khusus gigi sensitif dari GSK- akan terus mendukung dalam pengembangan pendidikan kedokteran gigi terutama untuk memahami permasalahan–permasalahan serta solusi yang sesuai untuk kebutuhan gigi sensitif. Hal ini seperti yang telah dilakukan melalui rangkaian kegiatan seperti edukasi mengenai gigi sensitif kepada pakar dan pasien serta dukungan dalam beragam forum ilmiah.salah satunya bersama FKG Universitas Dr. Moestopo.

“Menyambut perayaan 50 Tahun FKG UPDM (B) selayaknya kita semua sebagai anak didik Mayor Jenderal Purnawirawan Prof. DR. Moestopo mengenang dedikasi beliau dan terus mendukung perkembangan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dengan eksistensi FKG UPDM (B) dalam menjawab tuntutan zaman,” kata Lukas Kusparmanto, drg. MARS, Ketua Panitia 50 Tahun FKG UPDM .

FKG Universitas Prof. Dr. Moestopo bertujuan untuk menghasilkan sarjana kedokteran gigi yang bermutu, berdaya saing tinggi dan memiliki kompetensi unggulan dalam penerapan ilmu kedokteran gigi khususnya di bidang diagnostik sehingga diharapkan di masa mendatang para lulusan lebih siap dalam menghadapi persaingan global. Hal ini terbukti dengan adanya Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo yang telah menghasilkan lulusan Sarjana Kedokteran Gigi strata-1 sebagai akademisi dan profesional yang kompeten di bidang ilmu kedokteran gigi dengan target  rata-rata 150 orang sarjana strata-1 Kedokteran Gigi per tahun.

“GSK mengapresiasi dan mengakui prestasi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo dan berharap dapat terus menjalin kerja sama yang baik guna mengembangkan pendidikan dan pengetahuan ilmu Kedokteran Gigi di Indonesia,” ujar Ariandes Veddytarro, Jr. Dental Detailing Manager GSK.

Pada saat ini, Sensodyne menyadari akan rendahnya tingkat kesadaran dan tindakan masyarakat terhadap masalah gigi sensitif yang didukung sebuah studi, dimana 52% pasien dengan gigi sensitif tidak berkonsultasi ke dokter gigi, dan lebih dari 75% pasien gigi sensitif tersebut belum pernah menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif atau hanya menggunakannya secara tidak teratur.

Oleh karena itu, Sensodyne telah aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memperluas pengetahuan ilmiah untuk ahli kesehatan gigi terutama terkait hipersensitivitas dentin di Indonesia selama lebih dari satu dasawarsa.

“Partisipasi pada forum ilmiah merupakan salah satu perwujudan komitmen GSK yang secara konsisten mendukung pengembangan ilmu kesehatan gigi terutama perawatan gigi sensitif (hipersensitivitas dentin) bagi para dokter gigi di Indonesia. Harapan kami adalah untuk selalu membantu para ahli kesehatan gigi dalam cara pendeteksian dan penanggulangan gigi sensitif serta menyediakan berbagai produk yang dapat menjadi solusi sesuai kebutuhan yang berbeda dari para penderita gigi sensitif,” tutup Ariandes.