GNI; Gelar Pameran Tunggal Marida Nasution

GNI; Gelar Pameran Tunggal Marida Nasution

Surabaya, Kabarindo- Galeri Nasional Indonesia (GNI) menggelar Pameran Tunggal Marida Nasution untuk yang kedua kali.
 
Sebelumnya pada Maret 2001 silam, pernah diselenggarakan Pameran Tunggal ke-IV Marida Nasution berjudul Harkat Perempuan.
 
Pada tahun ini, kembali digelar event bertajuk “Pameran Tunggal Marida Nasution (1956-2008) : Kiprah Seorang Perempuan Pegrafis Indonesia” di Gedung A Galeri Nasional Indonesia pada 20-30 Maret 2015.

Rilis yang diterima dari GNI menerangkan, pameran tersebut merupakan hasil kerja sama GNI dengan Keluarga Besar Marida Nasution dan Institut Kesenian Jakarta. Event ini sebagai wujud dari rencana dan kehendak Marida yang sudah dipersiapkannya menjelang akhir hayatnya.

Event kali ini merupakan pameran retrospektif dalam rangka mengenang sosok Marida yang meninggal pada 22 September 2008. Pameran tersebut menguak kiprah seninya sejak awal hingga akhir yang memperlihat alur dan liku-liku perjalanan keseniannya.

Konsep in memoriam tersebut diterjemahkan dalam penyajian sekitar 40 karya grafis cetak saring dan etsa berupa karya seni grafis konvensional maupun obyek-obyek 3D (patung-patung kecil) sebagai karya instalasi. Cetak saring sebagai teknik tidak diterapkan pada kertas, namun pada helaian akrilik yang transparan.

Keseluruhan karya tersebut menandai kiprah seni almarhumah sejak masa pendidikan sebagai mahasiswi seni grafis IKJ hingga beberapa waktu menjelang ia meninggal. Rujukan yang dipakai sebagai titik tolak penyajian koleksi karya tersebut adalah enam katalog pameran tunggal pertama (1991), kedua (1994), ketiga (1997), keempat (2001), kelima (2004) dan keenam (2005).

Selain karya-karya Marida, pameran tersebut juga menampikan berbagai peralatan kerja almarhumah, obyek-obyek yang disayanginya dan arsip-arsip lain yang berkaitan dengan  sosok Marida di dalam maupun di luar konteks kesenian sebagai perempuan pegrafis Indonesia maupun perempuan pada umumnya.

Perjalanan kesenian Marida juga diperkuat dengan peluncuran buku berjudul “Marida Nasution : Kiprah Seorang Perempuan Pegrafis Indonesia” dalam pembukaan pameran.

]Melalui pameran tersebut, diharapkan seni grafis dapat diapresiasi publik secara luas serta menjadi inspirasi dan motivasi bagi para pegrafis generasi baru untuk menjaga eksistensi seni grafis agar tetap sejajar dengan perkembangan seni rupa lainnya.