Fury; Film Perang Yang Beda Karena Humanis

Fury; Film Perang Yang Beda Karena Humanis

XXI Plaza Indonesia, Sudirman, Jakarta, Kabarindo- Masih suka dengan genre film perang ?

Kapan Anda nonton terakhir film aksi tembak-tembakan itu ? Dari kisah fakta sampai fiksi belaka, tapi yang jelas Fury diambil dari nama tank tentara Amerika yang terlibat persekutuan negara-negara yang menggempur tentara Nazi Jerman.

Anda akan menjumpai akting yang beda dan mengharu biru serta tak habis berfikir kenapa Brad Pitt harus menerima akting sosok Don 'Wardaddy' Collier.

Yah, tentu saja berat sekali jadi pemimpin mesin tempur dengan banyak fungsi yang terkait satu sama lain sesuai kebutuhan sehingga saat kehilangan satu orang pasti akan memengaruhi lainnya.

Tak heran, saat si'Percy Jackson' yah si Logan Lerman lugu dan imut harus jadi tentara tempur dan menjadi awal tank tempur menggantikan personil yang meninggal di medan peran. Sosok Norman yang diperankannya memang seorang pengetik alias orang admin di belakang meja sehingga Anda tentu berfikir apa yang harus dilakukan saat harus menghabisi para Nazi Jerman.

Bersama dengan Shia LaBeouf, sang sineas David Ayer yang juga ikut menulis skenario mengiring Anda jadi tahu dialog apa saja, kebutuhan apa saja dan tentara itu di medan perang itu seperti apa ?

Anda penyuka peperangan dengan segala macam pernak-perniknya pasti akan suka bagaimana mesin tempur seperti tank harus ditangani oleh 4-5 orang dengan masing-masing fungsi yang berbeda.

Tetap saja kepemimpinan menjadi benang merah dan film ini sangat humanis bagi Anda yang ingin berharap lebih dari sekedar film perang.


Penasaran.................?