First Media Production; Raih 6 Piala Vidia 2013

First Media Production; Raih 6 Piala Vidia 2013

Jakarta, Kabarindo- Kemenangan film "Sawah Leluhur" dan "Roy Macan" di ajang penghargaan piala Vidia Festival Film Indonesia (FFI) 2013 menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi First Media Production (FMP).

"Kami senang dan bangga. Baru pertama kali mengikutsertakan FTV produksi kami di tahun pertama ternyata sudah langsung mendapatkan apresiasi sebesar itu," ujar Senior Producer FMP, Maria Kibtia beberapa waktu lalu.

Direktur FMP, Henry Riady menambahkan FMP selalu mencoba membuat film yang berbeda dari setiap aspek. Hal ini diakuinya Ini bukan sesuatu yang mudah karena dalam produksi FTV sudah memiliki cara kerja dan proses sendiri.

"Hal ini tidak gampang karena FTV dishooting dalam waktu tujuh hari, sudah ada cara kerjanya, ada proses, ada positifnya, stubborness-nya juga ada. Tidak mudah mengganti mereka untuk bisa ikut standar kami untuk menghasilkan film yang lebih bagus," ujar Henry.

Henry memang ingin film-film yang dihasilkan oleh FMP tidak hanya sekedar mementingkan unsur hiburan. Namun juga mendidik masyarakat.

"Kami pertama fokus di cerita, kedua sutradara, baru pemainnya. Ide cerita, story telling, dan pengambilan gambar itu yang membedakan kami dengan yang lain. Kami sangat memberikan keleluasaan bagi pembuat film dibanding stasiun televisi lain yang sudah punya set formula untuk FTV. Kami selalu mencoba membuat cerita yang totally flip side, cerita yang ada maknanya," tambah Henry.

Henry berharap FMP dapat terus memberikan film-film yang lebih baik untuk industri perfilman Indonesia. "FMP ingin memberikan film-film yang lebih baik dan bermakna. Kami ingin membuat film-film dengan dampak positif," ujarnya.

Malam Anugerah Piala Vidia FFI 2013 yang digelar di Teater Tanah Airku Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta tadi malam menganugerahkan 14 kategori. FMP meraih enam kategori diantaranya, yakni untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Penulis Skenario Terbaik, Penata Artistik Terbaik, Penata Busana Terbaik, dan Penyunting Gambar Terbaik.

Oliver Sitompul yang didaulat menjadi yang terbaik di ajang Piala Vidia 2013 untuk kategori Penyunting Gambar Terbaik mengaku merasa bahagia bisa membawa piala untuk FTV berjudul "Sawah Leluhur" garapan First Media.

"Sawah Leluhur" bercerita tentang sawah yang dimiliki satu keluarga di Yogyakarta yang dimiliki turun-temurun. Suatu hari, salah satu pewarisnya berniat untuk menjual sawahnya, dan disitulah drama dan berbagai konflik dimulai.

Walau saat penggarapan produksi film, sang sutradara Monty Tiwa dan director of photography (DOP) Rollie Markiano sedang tidak dalam kondisi fit karena sakit, nyatanya tim "Sawah Leluhur" bisa membawa pulang empat piala.

Sebagai editor, Oliver harus memastikan agar laju dan ritme keseluruhan film sesuai dengan "mood" yang sudah diset sejak awal oleh sutradara dan tim.

"Tantangannya lebih ke tim produksinya sebenarnya. Kalau secara materi sudah bagus, proses editingnya juga akan lebih mudah," ujar Oliver.

Lulusan New York Film Academy ini berharap ke depannya perfilman Indonesia, terutama film televisi, bisa lebih maju dan melek teknologi. Menurutnya, tantangan industri film ke depannya adalah mesti beradu cepat dengan kekuatan sosial media.

"Karena kemajuan digital, remote TV mulai pelan-pelan ditinggalkan, beralih ke mouse. Tinggal click bisa nonton ribuan tayangan yang lebih menarik di YouTube. Jangan sampai nantinya TV kehilangan pemirsa," pungkasnya seperti dilansir dari laman beritasatu.