Film Tabula Rasa; Siap Tayang 25 September

Film Tabula Rasa; Siap Tayang 25 September

Jakarta, Kabarindo- Beberapa hari yang lalu telah memperkenalkan posternya yang keren menonjolkan karakter dari para pemainnya.

Dengan latar belakang berwarna kuning, poster tersebut memperlihatkan 4 karakter utamanya yaitu Hans, Mak, Natsir dan Parmanto.
 
Adalah Jimmy Kobogau yang berperan sebagai Hans, Dewi Irawan sebagai Mak, Ozzol Ramdan sebagai Natsir dan Yayu Unru sebagai Parmanto. Di poster itu, terpampang juga keterangan lain dari 4 karakter utama tersebut yaitu pendatang (Hans), pemilik lapau (Mak), Tukang Sanduak (Natsir) dan Juru Masak (Parmanto).
 
Seperti diketahui Tabula Rasa adalah sebuah film bergenre drama keluarga yang mengangkat budaya dan masakan Minang. Karakter utama dalam film Tabula Rasa, yang diperankan aktor muda berbakat Jimmy Kobogau, adalah seorang pemuda dari Serui, Papua, yang mengejar mimpinya menjadi pesepakbola ke Jakarta. Hans digambarkan sebagai seorang pendatang di dalam sebuah Lapau, rumah makan Minang yang sederhana.
 
Budaya Minang memiliki budaya keluarga matriliniar, maka tidak heran jika lapau tsersebut dipimpin oleh seorang perempuan yaitu Mak. Ditampilkan pula dua karakter penghuni Lapau yang lain, yaitu seorang pelayan atau tukang sanduak yang jenaka bernama Natsir dan Parmanto, seorang juru masak berwatak keras di dalam Lapau.
 
“Walau karakter–karakter yang hadir tidak memiliki hubungan saudara; beda suku, beda agama, tapi di sanalah sebuah keluarga baru lahir,” ucap Adriyanto Dewo selaku sutradara, seperti dilansir dari laman 21cineplex.
 
Adri pun menambahkan, "Jika keluarga lahir dalam sebuah tempat yang disebut rumah, maka Lapau tersebut adalah rumah bagi masing–masing karakter, lengkap dengan segala persoalan yang ada. Dan yang menarik adalah keluarga ini dipimpin oleh seorang ibu, di mana kita dapat menggali konsep keluarga matriliniar dalam film.”
 
Tabula Rasa bercerita tentang Hans, seorang pemuda dari Serui, Papua, yang mempunyai mimpi menjadi pemain bola profesional. Namun nasib berkata lain, dan ketika Hans hampir kehilangan harapannya untuk hidup, ia bertemu dengan Mak, pemilik rumah makan Padang (lapau). Di tengah perbedaan Hans dan Mak, mereka menemukan persamaan. Makanan merupakan iktikad baik untuk bertemu, dan lewat makanan dan masakan, Hans kembali menemukan mimpi dan semangat hidup.
 
Tagline Tabula Rasa ialah 'Makanan adalah itikad baik untuk bertemu'. Lewat masakan dan makanan, keempat karakter ini bertemu, berusaha saling memberikan harapan dan semangat. Lewat masakan dan makanan, mereka berusaha saling memahami dan meleburkan perbedaan-perbedaan yang ada. Lewat masakan dan makanan pula, Hans mendapatkan sebuah pelajaran yang berharga tentang hidup.


Mungkinkah Hans mendapat kesempatan yang baru untuk memulai kembali hidupnya tanpa adanya sebuah prasangka yang buruk?



Temukan jawabannya dengan menonton film Tabula Rasa