Film Soekarno; Cara Hanung Untuk Founding Father

Film Soekarno; Cara Hanung Untuk Founding Father

Epicentrum XXI, Rasuna Said, Jakarta, Kabarindo- Dipastikan di tanggal yang manis yaitu 11-12-13 mendatang Anda bisa menonton film yang digadang-gadang terinspiratif penghujung tahun.

"Ini adalah film saya dalam perspektif Soekarno sebagai Founding Father, artinya tidak ada Soekarno tidak ada Indonesia begitu pula sebaliknya. Penonton akan menikmati banyak adegan indah dan dramatis saat hari-hari kemerdekaan dengan pembacaan teks proklamasi yang kita semua pasti sudah lihat gambarnya di buku sejarah. Film yang bersumber dari buku dari Soekarno dengan judul Penyambung Lidah Rakyat dan Dibawah Bendera Revolusi berdurasi lebih dari 2 jam," papar Hanung Bramantyo yang kali ini dipercaya oleh produser Raam Punjabi-Multivision Plus.

Tidak hanya posternya yang menampilkan Soekarno muda yang diperankan oleh Aryo Bayu, Inggit Soekarno diperankan Maudy Koesnaidi, Tika Bravani memerankan sosok penjahit bendera Merah Putih, isteri pertama sang proklamator, Fatmawati dan Sutan Sjahrir diperankan Tanta Ginting bersama Agus Kuncoro sebagai Gatot Mangkuprojo.

Hanung juga menegaskan bahwa saat ulang tahun Bung Hatta, 12 Agustus sementara Jepang menyetujui 24 Agustus tapi dengan banyak pertimbangan tanggal 17 Agustus yang justeru menjadi hari tepat pembacaan teks proklamasi. Selain itu juga disampaikan tentang penggambaran Romusha yang terlihat keren dan gagah tapi miris termasuk derita Jugun Ianfu dan Anda akan menjumpai sosok petani yang bernama Marhaen yang menginspirasi Soekarno merilis Marhaenisme.

Hanung menegaskan sesaat sebelum pemutaran film bahwa tetap saja akan ada dua film yang pertama ditonton dibioskop-bioskop tanah air dengan durasi 2 jam lebih yang banyak komprominya karena menjadi film tentang Soekarno pertama yang pernah dibuat dan kedua adalah film Soekarno versi Festival yang akan diputar di Festival Film luar negeri seperti Belanda dan negara lainnya.

Film Soekarno sudah ditonton terlebih dahulu tidak hanya terbatas di kalangan keluarga Alm Soekarno yang dipimpin Guntur Soekarno Putra tapi juga komunitas pecinta Film di Jogja, JAFF beberapa pekan yang lalu.

Sesaat setelah presscreening, redaksi kagum dan suka sekali atas fakta sejarah sesungguhnya bahwa Fatmawati adalah isteri ketiga dari Soekarno setelah Inggit yang minta cerai sebagai isteri kedua sementara saat bersama dengan HOS Cokrominoto Jatim, beliau sudah memperisteri anaknya, Utari sebagai isteri pertama Soekarno.

Hanung mencapture kesetiaan Inggit mendampingi dari pulau Ende, ke Bengkulu sampai kembali ke Jakarta. Bagaimana Fatmawati menjahit bendera serta merawat demam Soekarno saat detik-detik pembacaan teks Soekarno.

Film ini tidak hanya memiliki skenario (Ben Sihombing & Hanung) dan editing yang kuat (Cesa David) serta music scoring (Tya Subijakto) yang menghanyutkan. Tidak hanya kolosal dan berbudget sampai lebih dari 15M menanti jutaan penonton tapi ini menjadi film pertama tentang Soekarno untuk bangsa.


Ayo Nonton 11-12-13 di bioskop kesayangan Anda untuk berterima kasih kepada Laksamana Maeda.............!