Film STYD 2; Tayang 2 Februari 2017

Film STYD 2; Tayang 2 Februari 2017

Jakarta, Kabarindo- MD Pictures kembali menggebrak perfilman Indonesia dengan film terbaiknya tahun depan.

Bertempat di Ruang Albino, MD Pictures mengadakan press conference film "Surga Yang Tak Dirindukan 2."

Hadir artis pendukung, sutradara dan produser film. Alim sudio (penulis skenafio), Nora Danish, Reza Rahardian, Raline Shah, Hanung Branmantyo, Manoj Punjabi, Laudya Cynthia Bella, Fedi Nuril, penulis buku Asma Nadia, dan pencipta lagu Melly Goeslow.

Film ini yang harus tayang Desember ini karena ada beberapa pertimbangan terpaksa mundur tahun depan 2017.

"Kalau boleh jujur kita bisa tayang fimnya 15 Desember. Tapi balik lagi bicara dengan tim, saya jujur tidak puas dengan post production, dari segi musiknya. Jadi kesannya kita buru-buru, kayak lagi kejar setoran, padahal bagi saya buat film itu adalah art. sesuatu yang harus kreatif label kita harus puas. Bukan musiknya jelek atau apa tapi waktunya memang mepet. Kita delay dan karena delay itu saya tidak mau compromise. Dan saya didukung oleh tim semua bahwa iya ini decision yang tepat. Karena delay itu tadinya hanya satu soundtrack, kita bisa membuat original soundtrack yang kedua. Hal ini kontribusi yang sangat besar untuk film STYD. Dan juga karena delay ini promotionnya, padahal jujur saja dari MD udah keluar promotion cost dan kita tidak mengurangi budget untuk release 15 Desember ini, kita harus 2-3x lipat tambah biaya promosi. tapi saya secara pribadi sangat optimis filmnya bagus, saya ingin buat treatment yang luar biasa dari segi promosi. dan sekarang dari segi postnya supaya musik, lagu dan positioningnyalebih baik lagi. Gitu aja. Jadi alasan delaynya untuk kebaikan promo", papar Manoj Punjabi selaku produser.

Fedi Nuril sebagai Pras sangat terkesan dengan STYD 2 ini karena cemistry yang sudah terbentuk diantara pemain bahkan dibalik layar malah banyak bercanda, 'Kita semakin akrab tapi tetap ada tantangan dalam memberi akting yang sesuai cerita dan meyakinkan penonton.

Membuat sebuah film layar lebar jelas bukan hal yang main-main. Kekuatan pertama berhasil atau tidaknya sebuah film jauh lebih banyak ada di tangan seorang sutradara.

"Bagaimana memanage pemain dengan latar belakang akting yang berbeda, mulai latar yang agamis, biasa bermain di televisi yang kejar tayang dll sangat luar biasa. Budapest dipilih sebagai lokasi syuting karena Budhapest itu tempat pengungsi dari negara Syiriah. Dan respon mereka terhadap muslim itu sedang tinggi," jelas Hanung Bramantyo.

Sentuhan tangan dingin seorang penulis lagu Melly Goeslow sudah tidak diragukan lagi. Beliau menjelaskan bahwa soundtrack film jelas membawa pengaruh besar pada hasil akhir sebuah fim, "Kesulitan dalam penggarapan seperti biasa harus baca script, dapat arahan dari Pak Manoj. Dan saya mencoba menjajaki dari versi saya dulu. Dan susahnya memang membuat kita sejajar sama keinginan Pak Manoj susah sebenernya. Revisi-revisi jelas ada, tapi saya seneng karena kerja itu tidak gampang puas. karena yang bagus ya sedikir sedikit tidak puas karena pasti tujuannya bagus. Kenapa Bella yang nyanyi soundtracknya karena selalu dalam sebuah produksi film itu yang saya lihat adalah kita harus menekankan di promosi ya. akan lebih bagus kalau pemainnya yang nyanyi," imbuh Melly menambahkan.

Berakting sebagai pemain sekaligus menyanyi kali ini harus dilakukan Laudya Cintya Bella.

"Jadi dibilang sulit ya sulit sekali buat saya. Karena kalau disuruh milih saya mending disuruh akting dua judul sekaligus. ini adalah tantangan dan pengalaman yang besar. Tapi Teh Melly sendiri sudah percaya pada saya maka saya juga harus percaya pada beliau," ucapnya terkait dengan dirinya yang menyanyikan salah satu soundtrack film.

Akankah STYD 2 mengulangi kesuksesan pendahulunya yang berhasil mencapai box office dengan angka 1.525.000 sebagai box office terbesar tahun 2017 mendatang?