Film Kalam-Kalam Langit; Dukung Hari Santri 22 Oktober Mendatang

Film Kalam-Kalam Langit; Dukung Hari Santri 22 Oktober Mendatang

Cikini, Jakarta, Kabarindo- Redaksi mendapati foto dan pernyataan menarik dari produser Putaar Films yang sedang memproduksi film drama reliji keluarga berjudul Kalam-Kalam Langit di Pulau Lombok.

Tepatnya, H. Dhoni Ramadhan dari masjid Islamic Center Kota Lombok Mataram yang terkenal dengan sebutan negeri 1.000 masjidnya.

"Baru saja usai pengambilan gambar dari lingkungan Ponpes Tahfiz Al Aziziah Kapek Mataram dengan santrinya yang berasal dari seluruh nusantara. Termasuk yang membanggakan keterlibatan santri cilik dari Lombok, Mataram yang memang jadi juara MTQ tingkat nasional yaitu Nasron Azizan sebagai Jafar kecil dan Anisa kecil diperankan Amira Syakira yang keduanya masih berusia 8 tahun. Kedua santri ini tak lain adalah cucu dari TGH.Mustafa Umar Abdul Aziz, film Kalam-Kalam Langit berkutat pada kehidupan santri sebagai latar belakangnya bahwa mahabbah atau kecintaan mereka pada Al-Quran melebihi segala-galanya sehingga jadi semangat ke seluruh penjuru nusantara," paparnya lugas.

Dhoni menjelaskan bahwa tidak semua orang tahu bahwa santri Lombok yang saat ini berperan sebagai pelatih, inspirator termasuk mantan juara MTQ Nasional dan Internasional.

Berkenan hal tersebut, ia sampaikan dukungannya terhadap pemerintah yang telah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Penetapan tersebut berdasarkan atas Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Keppres tentang penetapan hari santri tersebut tertanggal 15 Oktober 2015 lalu.

"Film Kalam-Kalam Langit kami persembahkan untuk Hari Santri Nasional di tahun pertamanya, Kamis mendatang 22 Oktober mendatang, InsyaAllah tahun depan berawal dari Pulau Lombok, film tersebut akan diputar menyambangi semua pesantren yang ada di nusantara untuk jadi tontonan panutan bagi para santri," pungkasnya yakin.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Pondok Pesantren KH Hafidz Taftazani mengatakan, dengan penetapan 22 Oktober mulai 2015 sebagai Hari Santri Nasional sejatinya merupakan pengakuan pemerintah akan eksistensi bahwa santri memberi sumbangan besar dalam memerdekakan negeri ini.

Menurut Hafidz, dengan momentum hari santri, lanjut dia, semua pihak harus membuka diri bahwa ke depan ada tugas menanti untuk meningkatkan kesejahteraan santri melalui pemberdayaan-pemberdayaan ekonomi. Para pemangku pengambil keputusan di negeri ini harus bisa mendorong tenaga santri dapat diberdayakan sesuai kemampuannya.

Sejalan dengan perjuangan Jafar dalam film Kalam-Kalam Langit laiknya santri produktif yang bekerja untuk negerinya.


Santri Bela Negara Bersama Film Kalam-Kalam Langit......!