Film DiLarang Masuk; Siap Tayang 24 Maret Mendatang

Film DiLarang Masuk; Siap Tayang 24 Maret Mendatang

XXI Kokas, Casablanca, Jakarta, Kabarindo- Apa yang menjadi kalimat produser spesialis horror, Shankers RS yang memang sudah sering menggandeng Nayato Fio Nuala ?

"Kali ini Batman V Superma DiLarang Masuk, ayo kita berbondong-bondong nonton film Indonesia," celetuknya mengawali sambutannya siang tadi di hadapan para aktivis sosmed, bloggers dari KOPI, infotainment dan pekerja media massa.

Yah, dibandingkan dengan film lainnya, produksi dari PH DigitalMediaFilms ini masih lebih beruntung mengantongi dua bulan masa promosi walau menurut Shankers RS seharusnya 3 bulan agar bisa tersosialisasi dengan baik.

"Ada 10 kota yang disambangi dan tentu saja hal seperti ini menjadi kepedulian pihak ekhibitors agar memberikan tanggal tayang yang lebih panjang minimal 3 bulan agar film Indonesia bisa berpromosi ke daerah menjemput penontonnya," paparnya berapi-api yang kali ini berhasil mengajak Nayato tapi sayang hanya dari kejauhan saja.

Ia bersama Jordy Onsu yang berperan sebagai Piyu serta Reymond Knuliq yang berperan sebagai satpam bernama Bang Jono tentu saja bersama para idola remaja, Maxime Bouttier yang berperan sebagai Adit.

Redaksi memuji Nayato kali ini walau memang tidak boleh pakai logika saat menonton film karyanya tapi kali ini tetap saja untuk ABG dengan cap untuk 13 tahun dari LSF, film ini bisa menjemput penonton yang memang masih massive sebagai pengunjung mall beberapa hari mendatang.

Plot Hole dan blooper memang masih ada tapi kalau membuat para ABG tergelak dan terhibur, tentu saja itu tidak berarti apa-apa.

Plot cerita sederhana saat Anda akan di'paksa' mengikuti alur yang biasa-biasa saja bahwa lantai 2 dari sekolah para 6 orang sahabat tidak boleh dimasuki, tapi dasar khas anak muda sekarang, makin dilarang, makin membuat mereka penasaran sehingga sampai berkenalan dengan ibu guru Rumi.

Siapa Dia ?

Memang sekali lagi saat redaksi melihat film ini tetap fokus sebagai horror saja dan tidak dibumbui dengan scene-scene yang mengeksploitasi tubuh perempuan, menurut redaksi itu keren dan jadi kemajuan dari Nayato yang men-direct Jordy Onsu bermain-main dengan banyak kalimat dalam bahasa Thailand sehingga, sah-sah saja film ini bisa jadi tamu terhormat di ASEAN, atau paling tidak ber'saing' dengan film-film horror Thailand dengan CGI dan permainan trik kameranya.

Menakutkan ? Yah lumayan dan apabila Anda memang fokus untuk melihat film horror tak ada salahnya Anda catat dalam agenda Anda, 24 Maret mendatang dan ingat Dilarang Masuk harus bersama dengan teman-teman Anda karena apabila Anda nonton sendiri ? Siapa yang ada di kanan kiri Anda ?


Penasaran ? Dont Miss It....................!