Film Barakati Tayang 10 November; Buton Sapa Dunia

Film Barakati Tayang 10 November; Buton Sapa Dunia

XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Kabarindo- Anda mengenal Kota Buton ?

Coba simak penjelasan literasi Wikipedia, Buton adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah tenggara Pulau Sulawesi. Pada zaman dahulu di daerah ini pernah berdiri kerajaan Buton yang kemudian berkembang menjadi Kesultanan Buton.

Buton dikenal dalam Sejarah Indonesia karena telah tercatat dalam naskah Nagarakertagama karya Prapanca pada Tahun 1365 Masehi dengan menyebut Buton atau Butuni sebagai Negeri (Desa) Keresian atau tempat tinggal para resi dimana terbentang taman dan didirikan lingga serta saluran air. Rajanya bergelar Yang Mulia Mahaguru. Nama Pulau Buton juga telah dikenal sejak zaman pemerintahan Majapahit. Patih Gajah Mada dalam Sumpah Palapa, menyebut nama Pulau Buton.

Itu semua divisualisaskan ke layar lebar oleh sineas Monty Tiwa menjadi film petualangan seru dengan CGI yang luar biasa sehingga menarik menjadi tontonan sejarah di ranah fiksi.

"Berseloroh dari kisah sejarah di ranah fiksi dimana Panglima kondang dari Kerajaan MajaPahit alias Lamada berasal dari Buton. TIdak hanya situs tapi juga ada kuburannya sehingga memang saya dan Monty menulisnya berdasarkan sejarah dan cerita dari para sesepuh disana pertengahan 2014 dan baru rampung akhir tahun 2016 ini," jelas Eric, saudara Monty Tiwa yang menemaninya menulis film yang berjudul Barakati.

Barakati, adalah tanah yang diberkati, film terbaru dari PH Pamondo Film yang digawangi perempuan humble berhijab, Rimbi yang bersuamikan Lettu Kav Satya Sidma.

"Saya bangga sebagai putera daerah yang lahir dari Pulau Buton yang berada di Sulawesi Tenggara yang terkenal akan produksi aspalnya. Berdasarkan luas wilayah, pulau Buton menduduki urutan ke-130. Ini adalah legacy atau warisan untuk generasi mendatang terutama anak-anak saya yang harus bangga dengan tanah leluhurnya dan melalui film tentu saja ingin menyapa dunia agar sektor pariwisata bisa maju melalui film Barakati yang siap tayang 10 November mendatang," paparnya humble sembali mengingatkan Kota Bau-Bau sudah punya bioskop Cinemaxx yang sudah sold out 3 hari untuk film Barakati ini sesaat setelah presscreening dilanjutkan dengan presscon siang tadi.

Dibintangi oleh Fedi Nuril sebagai Abdul Manan sebagai seorang arkeolog dari kota Jogja, Niniek L Karim (Ibunda Abdul Manan asli orang Buton), Acha Septriasa, musisi Gugun Blues Shelter Jono, Dwi Sasono dan lainnya.

Sinopsis:

Entah kenapa tiba-tiba seorang wartawan Inggris bernama Gerry (Jono) mencari-cari Abdu Manan (Fedi Nuril) yang harus menterjemahkan bait-bait kalimat sangsekerta dari pelepah lontar (artefak kuno) yang menyebut-yebut nama Buton.

Berawal dari situ pihak kerajaan Jawa ternyata mengaku sudah memiliki pelepah lontar tersebut karena menyangkut leluhur mereka. Disitulah peristiwa sampai perburuan dimulai saat Bunda Abdul Manan ingin kembali ke tanah leluhurnya, Buton.

Semua objek yang mengarah ke situs dari artefak ditelusur bersama perempuan Buton (Acha Septriasa) bertiga dengan Gerry.

Yah, Buton akhirnya menjadi penting karena diawal film memang 10 menit pertama mempertontonkan kisah Gadjah Mada yang harus meninggalkan Raja Hayam Wuruk dipuncak kejayaan.

Mengapa sampai ke Buton, apa betul Buton adalah tanah kelahiran dari Gadjah Mada alias kampung halaman saat Barakati itu adalah tanah yang diberkahi atau diberkati untuk kembali berpulang termasuk permintaan dari sang ibunda.

Anda akan menikmati aktor watak Tio Pakusadewo memerankan sosok Gadjah Mada dengan teknik CGI yang menarik adegan laga dan tentu saja sepanjang film menikmati eksotisme Pulau Buton dengan beranekaragam budaya dari negeri penghasil aspal terbaik dunia itu yang tentu saja harapan dari produser menarik minat para turis untuk berwisata dan filmaker untuk menjadikan Buton sebagai lokasi pembuatan film lagi.


Menarik, bukan ?