Festival Teater Jakarta (FTJ) Ke-43; Di Gelar Kembali

Festival Teater Jakarta (FTJ) Ke-43; Di Gelar Kembali

Cikini, Jakarta, Kabarindo- Dunia seni pertunjukan khususnya pertunjukan teater tidak akan bisa berlangsung tanpa adanya tata cahaya.

Tindakan ataupun adegan yang terjadi di atas panggung tidak akan dapat terlihat oleh penonton sama sekali. Tata cahaya dalam suatu pementasan panggung adalah kerja yang menggabungkan rasa keindahan dengan penafsiran adegan lakon.

Dalam sebuah pementasan teater seringkali tatanan artistik dalam hal ini properti, kostum, penataan cahaya,  musik,  hanya menjadi “tempelan” dan sekedar ada. Latihan peran, membaca naskah, olah tubuh seringkali mendapat porsi yang lebih besar, seolah dalam sebuah pertunjukan hanya akting dari aktor yang menjadi fokus penonton. Panggung terabaikan dan kurang mendapat sentuhan. Padahal jika ingin menghasilkan sebuah tontonan yang menarik maka semua aspek pertunjukan harus mendapatkan perhatian yang sama pentingnya.

Dengan dilatarbelakangi kebutuhan tatanan estetika panggung menyoal tata cahaya, pada persiapan pelaksanaan Festival Teater Jakarta (FTJ) ke-43 tahun 2015 ini, Komite Teater dan asosiasi teater lima wilayah DKI Jakarta melalui serangkaian diskusinya telah menetapkan platform FTJ – yang berlaku sampai tiga tahun ke depan- adalah “Menata Laku, Menata Panggung” dengan subtema: “Teater dan Cahaya” (2015), “Teater dan Bunyi” (2016), dan “Teater dan Rupa” (2017).

Disinilah tantangan terbesarnya, mewujudkan pekerja teater untuk kreatif dan berupaya inovatif dalam memanfaatkan berbagai sumber untuk mewujudkan ide – ide pemanggungannya. Bagaimana kelompok teater yang berlomba memanfaatkan sumber cahaya baik  alami maupun teknologi (cahaya lampu)  ke dalam sebuah pementasan teater.

Festival Teater Jakarta pada tahun 2015 ini telah memasuki penyelenggaraan yang ke-43. Program ini diikuti oleh kelompok teater se-Jakarta  dan diselenggarakan mulai dari tingkat wilayah. Dengan mengusung platform tema “Menata Laku, Menata Panggung” dengan subtema “Teater dan Cahaya” kami berharap dalam proses pementasan teater, tata artistik panggung (khususnya pencahayaan) mendapat perhatian yang seimbang sehingga menjadi satu kesatuan utuh dalam menghasilkan sebuah pementasan yang baik, bernas dan inovatif. Selain itu dari penerapan “Teater dan Cahaya” untuk pertama kalinya FTJ memberikan penghargaan untuk Penata Cahaya Terbaik.

Festival Teater Jakarta 2015 akan berlangsung pada 30 November 2015 – 10 Desember 2015 (11 hari penyelenggaraan)  bertempat Di Teater Kecil-Taman Ismail Marzuki Jakarta. Pada tahun ini peserta lomba berjumlah 17 grup (15 grup peserta dari wilayah dan 2 grup dari peserta pemenang tahun lalu) adapun jadwal pertunjukan lomba dalam satu hari menjadi 2 group yaitu pada Pkl. 14.00 dan Pkl. 20.00 WIB.

Selain program lomba adanya program pendamping lain di antaranya: Pembukaan dengan pertunjukan “Orang-Orang Setia” Teater Satu Lampung. Penutupan dengan pertunjukan “Ruang Tunggu Darurat” Teater Ghanta. Diskusi pertunjukan setelah lomba. Diskusi tematik “Peran Cahaya Dalam Pertunjukan” oleh Sonny Soemarsono, workshop tata cahaya, koran FTJ, warung FTJ dan mini stage, launching “website FTJ” dan “Teater dan Kota”. Bengkel Naskah Drama Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta “Album Keluarga” #50 tahun 1965. Dokumentasi foto pertunjukan FTJ wilayah tahun 2015. serta malam penganugerahan kepada para pemenang FTJ  turut memperkaya rangkaian pada  Festival Teater Jakarta 2015.

Akhirnya, salah satu harapan melalui tema “Teater dan Cahaya” kita akan menyaksikan sebuah pementasan teater berbobot baik dari segi pemeranan dan cerita juga pada bentuk penataan artistik yang disajikan di atas panggung FTJ.