Festival Kasongan; Siap Digelar Akhir Pekan Ini

Festival Kasongan; Siap Digelar Akhir Pekan Ini

Bantul, Kabarindo- Festival, yang diadakan komunitas pelaku seni di sekitar sentra kerjinan gerabah Kasongan, Bantul, akan kembali digelar untuk ketiga kalinya pada akhir pekan ini. Juru bicara panitia, Ryan Budi Nuryanto mengatakan Festival Seni Kasongan, yang berlangsung selama 23 November hingga 7 Desember 2013

Tahun ini mengusung tema "Liat Geliat Tanah Liat." "Tema kampanyenya seputar pelestarian lingkungan, tapi simbol hubungan tanah liat dan aktivitas usaha gerabah ditonjolkan," ujar Ryan pada Rabu, 20 November 2013.

Menurut dia festival ini, sebagaimana agenda tahun sebelumnya, tetap menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang mengajak warga sekitar Kasongan melestarikan lingkungan. Sejumlah kegiatan seperti membersihkan sungai Bedog, menanam ribuan bibit pohon, membersihkan dan mengolah sampah tetap menjadi sebagian dari kegiatan utama di festival tersebut. Kampanye itu melibatkan warga lima dusun di sekitar kawasan kerajinan gerabah Kasongan, yakni Dusun Sembungan, Dusun Tirto, Dusun Beton, Dusun Kasongan dan Dusun Kalipucang.

Ryan mengatakan di festival ini warga akan diajak berkompetisi membuat kreneng, tas dari anyaman bambu yang biasa dipakai untuk wadah barang para pembeli dan pedagang di pasar tradisional sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta. Ada pula perlombaan membuat patung kuda khas Kasongan hingga lari estafet dengan membawa guci gerabah. "Agar ada apresiasi warga ke produk kerajinan yang lama menghidupi Kasongan," kata Ryan.

Panitia festival ini juga akan menggelar acara pernikahan massal sejumlah pasangan dengan kemasan unik. Kali ini, semua pasangan akan menjalani prosesi ijab qabul di dalam guci raksasa. "Kami gelar di penghujung festival pada 7 Desember 2013," kata Ryan seperti dilansir dari laman Tempo.

Festival Seni Kasongan selalu diselingi gelaran pernikahan massal secara unik. Pada festival pertama 2011 lalu, semua pasangan menjalani ijab qabul di atas gethek, rakit dari bambu, yang berjalan di atas sungai Bedog. Di festival kedua, belasan pasangan dinikahkan dengan memakai beragam busana etnik berbagai daerah.