Faith And The City Di LayarLebarkan; Siap Diproduksi Oleh MD Pictures

Faith And The City Di LayarLebarkan; Siap Diproduksi Oleh MD Pictures

Cikini, Jakarta, Kabarindo- Anda pasti sudah melalap buku baru dari duo cendekia muda, Hanum & Suami tercinta Rangga.

Yah, redaksi menjadi admin Demi Film Indonesia- DFI WAG jadi mendapati foto eksklusif dan paparan langsung dari Hanum berkenaan kabar baik dan menggembirakan tentang lanjutan dari karya sebelumnya, Bulan Terbelah Di Langit Amerika, BTdLA yang juga sudah dilayar lebarkan.

Buku barunya berjudul Faith And The City, "Jelas ini tidak ada hubungannya dengan BTdLA tapi yang jelas memang ada beberapa tokoh yang sudah Anda kenali sebagai pembaca buku saya, Alhamdulillah sudah tandatangan kontrak proses transformasi buku ke layar lebar bersama dengan MD Pictures, Manoj Punjabi dan senang sekali bersama akan disutradarai oleh Benni Setiawan," papar Hanum lugas.

Kalau membolak balik lembaran dari buku tersebut, Anda akan menjumpai kisah duo traveller, Hanum dan Rangga selama di kota New York selama 3 minggu tertuang di dalam 224 halaman buku ini. 

Kali ini berkutat pada keluarga, cinta, impian dan keteguhan hati. Setelah malam terpenting yang dialami oleh Philipus Brown, Azima Hussein, Sarah Hussein dan Layla Brown karena jembatan terbaik yang dihubungkan oleh Hanum dan Rangga, semua menjadi berubah. Tidak hanya Azima Hussein yang kembali menunjukkan identitasnya sebagai seorang muslim dengan hijabnya, namun Hanum pun mengalami sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.

Hanum ditawari oleh idolanya yaitu Andy Cooper sebagai seorang jurnalis dalam sebuah stasiun televisi terkemuka di Newyork (GNTV) selama 3 minggu. New York kota yang menjadi impian semua orang dengan hingar bingarnya, seperti memiliki kekuatan magis yang menarik semua orang untuk berada di kota ini.

Keputusannya untuk mengambil pelatihan dalam program televisi tersebut dengan tujuan menunjukkan Islam merupakan agama yang baik, mencintai kedamaian dan tercapainya cita-citanya menjadi jurnalis yang dapat diperhitungkan dengan pengalaman yang luar biasa di kota yang penting yaitu New York (Kota yang Magis).

Rangga dengan berat hati akhirnya mengikhlaskan hatinya untuk mendukung keputusan Hanum untuk extend selama 3 minggu di New York untuk mengikuti pelatihan di kantor berita GNTV.

Dia tidak ingin Hanum berfikir bahwa ikatan pernikahan menghalangi istrinya dalam menggapai impiannya.  Dan, perubahan pun mulai mereka rasakan dalam kurun tiga minggu tersebut.

Tak ada lagi, masakan istri yang tersedia bagi Rangga,  salat berjamaah yang mereka biasa lakukan biasanya, ataupun makan malam romantis di luar. Rangga menghabiskan waktunya di perpustakaan milik Mr Brown untuk membuat tulisan mengenai sejarah Islam di Spanyol dengan jurnal-jurnal yang telah dikumpulkan oleh Azzima dengan perasaan campur aduk memikirkan Hanum. Sedangkan Hanum dituntut untuk terus dapat menghasilkan acara yang mampu mencapai rating tertinggi dibandingkan kantor berita lainnya dalam acara Insights Muslim.

Setiap episode, Hanum terus merasakan konflik batin, dia tidak ingin menghasilkan cerita seorang Muslim dengan cerita-cerita yang mendramatisir dan membuat obyek berita tersebut menjadi tersudut, namun kembali dia terus dituntut untuk dapat bekerja dengan profesional demi sebuah rating yang mampu menunjukkan kemampuannya sebagai seorang jurnalis yang dapat diperhitungkan tanpa mengenal rasa peduli terhadap objek cerita. 

Buku ini menceritakan hal yang umumnya saat ini terjadi antara suami istri, tentang impian seorang istri, tentang restu seorang suami dan tentang suatu impian  yang mungkin mampu dicapai namun malah mampu menghancurkan keluarga yang telah terbina dengan baik.
Dan semua kembali kepada iman dan keyakinan hati. Apakah kau akan menghnacurkan keluarga yang menjadi impianmu menjadi sakinah, mawadah dan warahmah hanya karena sebuh impian duniamu. Karena bisa jad impian yang menjadi kenyataan, tetapah ilusi dan bisa jadi mampu melupakan iman dan keyakinan yang selama ini dipercayai. 
Dari beberapa artikel blogger mensiratkan bahwa buku ini mengingatkan bahwa di dunia ini tidaklah ada yang abadi. Kita diberi umur seolah kita hidup (bermimpi tanpa ujung) selamanya, padahal sejatinya waktu kita sangat pendek.  Kejarlah akhirat dan janganlah “lupakan” duniamu, kata-kata yang telah tertera dalam firmanNYA telah menunjukkan bahwa prioritas yang paling penting adalah akhirat namun kamu tetap dapat mengejar impianmu di dunia demi bersinergis dengan apa yang ingin kau capai di akhiratmu.

"Saya tidak punya gambaran yang lebih baik tentang konsep rating tersebut tapi menurutku peran pemerintah sangat dominan jika harus mengubah sistem tersebut," paparnya lugas.

Selain ia membenarkan foto-foto yang sudah beredar di sosmed dan meminta dukungan semua pihak agar proses syuting berlangsung sukses.


Bravo Hanum & Rangga menginspirasi INDONESIA......!