Fahira Idris Sambut 2015; Siap Usulkan UU Ekonomi Kreatif

Fahira Idris Sambut 2015; Siap Usulkan UU Ekonomi Kreatif

Kantor DPD Senayan, Jakarta, Kabarindo- Tak heran ia diuber terus oleh para pencari berita saat marak miras oplosan merengut nyawa banyak orang didaerah dan ibukota.

Yah, Fahira Idris senator dari DKI Jakarta masih konsisten dan makin 'galak' terhadap peredaran miras dan rokok yang merajalela.

Redaksi berkesempatan berjumpa perempuan aktivis dan pengusaha tersebut yang tentu saja punya ke-khasan dan kepeduliaan yang diturunkan oleh sang papa, Fahmi Idris.

"Sebenarnya MEA bukan berarti usaha asing dalam hal ini convience store bisa seenaknya beroperasi apalagi menjual miras. Kalau mereka mau buka usaha di Indoenesia mereka harus tunduk dengan hukum kita. Sudah jelas miras dilarang dijual di 10 tempat (mini market, supermarket, warung, warung jamu, kios-kios kecil, cafe hingga restaurant yang berlokasi di sekitar pemukiman, sekolah, rumah sakit, kaki lima, terminal/stasiun, GOR, dan penginapan remaja serta bumi perkemahan). Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.43/M-DAG/PER/2009 tentang Pengadaan, Pengedaran, Penjualan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol dan Permendag No 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol. Jika di sebuah daerah ada perda miras sudah tentu Convienence Store itu harus tanduk dengan perda tersebut jika mau berusaha disitu. Jadi intinya dalam menyambut MEA kita harus buat regulasi yang melindungi bangsa kita," paparnya lugas.

Sementara itu Ekonomi Kreatif yang awal Januari mendatang akan dibentuk Badan khusus juga ikut dikomentarinya dan bagaimana jadi tools wirausaha untuk para ibu dan perempuan perkotaan.
 
Fahira sedang siapkan program melatih para ibu jadi wirausaha. Keterbatasan keahlian dan minim modal membuat kebanyakan para ibu rumah tangga di Jakarta tidak bisa mendukung suami untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Padahal, sebenarnya banyak waktu luang yang bisa dimanfaatkan para ibu rumah tangga untuk membantu ekonomi keluarga.  Ibu-ibu ini ingin punya usaha, tapi bingung mau mulai dari mana dulu.

"Saya langsung akan memberikan pelatihan usaha gratis, khususnya kepada para ibu-ibu rumah tangga agar bisa membuka usaha sendiri. Seorang anggota DPD dalam bekerja untuk masyarakat tidak boleh terkungkung hanya sebatas kewenangan yang diberikan undang-undang saja, tetapi harus juga bisa memberikan sesuatu yang lebih, sesuai dengan kapasitas, kemampuan, dan pengalaman yang dipunyainya.  Saya punya pengalaman membina sekitar 700 pengusaha parcel di seluruh Indonesia, dan saya rasa ini juga bisa diterapkan untuk para ibu di Jakarta," jelasnya lebih lanjut.
 
Anda perlu tahu bahwa ada sebelas sektor kreatif mulai dari Periklanan, Arsitektur, Seni dan pasar barang antik, Kerajinan , Desain (termasuk juga desain komunikasi), Fashion Designer, Film, video dan fotografi, Software, permainan komputer dan elektronik penerbitan, Musik dan seni visual dan pertunjukan, Penerbitan, Televisi dan Radio. Kalau dilihat hampir semua itu domainnya anak muda. Semuanya pasti disukain anak muda. Energi anak muda kan berlebih, harusnya pemerintah membuka seluas-luasnya bidang-bidang ini misalnya membantu permodalan, melindungi hak cipta dan sebagainya.

Jadi menurut Fahira, kalau ruang ini dibuka saya yakin anak-anak muda Indonesia jauh dari narkoba, miras, apalagi tawuran karena energinya tersalurkan ke yang positif. Makanya Alhamdulilah, ide saya agar ekonomi kreatif diajukan RUU diterima oleh anggota DPD dan akan segera kami serahkan ke pemerintah dan DPR untuk dibahas.
 
Kenapa harus ada UU, karena agar ada landasan hukum bagi creator/seniman industri kreatif untuk dapat meningkatkan kapasitas, profesionalitas dan kompetensinya dengan pengaturan yang komperhensif. Selain itu untuk mengembangkan kegiatan ekonomi kreatif di daerah dalam rangka menciptakan lapangan ekerja baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah. kalau ada UU maka akan ada keberpihakan anggaran negara untuk ekonomi kreatif.


Menurut Anda...............!