FORUM S3- SINERGI STOP STIGMA; Merawat Ke-Bhinekaan

FORUM S3- SINERGI STOP STIGMA; Merawat Ke-Bhinekaan

Graha BK3S, SalembaTengah, Jakarta, Kabarindo- Indonesia adalah KITA, artinya dari keberagaman yang dicengkeram oleh SANG GARUDA adalah Kekuatan KITA semua dalam menjalankan tugas-tugas ke-Relawanan selama ini.

BK3S- Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial DKI Jakarta sudah menfasilitas dua kali pertemuan dan tadi pagi sudah terbentuk Pokja-Kelompok Kerja yang mencita-citakan Indonesia TANPA STIGMA dan tentu saja labelisasi yang berunsur SARA, Fisik Tubuh, Ekonomi, Budaya atau Gaya Hidup adalah Cacat Berkebangsaan HARUS diakhiri secepatnya.

"Dalam hal ini Forum S3 dipayungi oleh Kemenko PMK, seperti Kemendikbud, KemkumHAM, Kemensos, KemKominfo, Kemenkes, Kemen PP&PA yang memang harus berSINERGI satu sama lain sebagai PEMBINA atau NomenKlaturnya adalah MITRA STRATEGISnya. STIGMA tidak hanya memicu persoalan-persoalan sosial tapi juga adalah Pelanggaran HAM yang memang Indonesia sudah ikut meratifikasi untuk bersama-sama DUNIA melakukan hal yang sama STOP STIGMA," jelas Sofyan Manurung Sebagai Ketua II BK3S DKI Jakarta.

Tampak hadir pimpinan organisasi sosial, kemanusiaan dan profesi seperti Tagana, PMI DKI Jakarta, LPAI DKI, Kemkumham, Kemsos Resos, KPAN, Dinsos DKI, FKWI, KOPIKabarindo, KAMI, ElJohn Pageants-Puteri Pariwisata dan masih banyak lagi lainnya.

Mereka semua bersepakat bahwa Indonesia punya Forum Baru dengan tagline “SEJUTA TANGAN STOP STIGMA”, artinya Sejuta Tangan itu adalah SINERGI @sejutatangan. Inisiasi masyarakat madani dari para organisasi sosial, kemanusiaan dan profesi yang PEDULI dan ber-EMPATI pada stigmatisasi.

SOSIAL itu adalah Masyarakat Madani yang peduli dan ber-Empati sehingga kemanunggalan tiap unsur dari masyarakat menjadi penting sebagai stakeholder perubahan. Peran serta itu akan efektif apabila dilakukan secara professional berlandaskan LITERASI serta foto-foto yang komprehensif sehingga efektif dan menjadi acuan bersama-sama dalam penanganannya. Gerakan Stop Stigma menjadi kampanye sosial bersama-sama yang dimiliki oleh organisasi pengagasnya.

Redaksi mencatat bahwa ada 3 Hal yang patut raih perhatian bersama, mengapa Indonesia BUTUH Forum S3 ini, yakni:

1.    Saatnya BK3S mengajak seluruh organisasi sosial, kemanusiaa dan profesi untuk ber-SINERGI agar selalu mengingatkan satu sama lain atas kemajemukan problematika sosial yang akan muncul.
2.    SINERGI menjadi kata kunci untuk bekerjasama menuju tujuan masing-masing organisasi. Forum ini menjadi alat kerjasama bersama-sama yang equal satu sama lain.
3.    Forum ini adalah POKJA- Kelompok Kerja yang punya AGENDA AKSI secara nasional sehingga melahirkan RELAWAN SEJUTA TANGAN.

3 Hal di atas adalah acuan bergerak sehingga Forum Sinergi ini efektif berbasis Indonesia 4.0 yakni, Whatsapp Grup (WA), Website, Majalah, Radio & TV Streaming yang mengakumulasi DATA, FOTO-FOTO serta Kampanye LITERASI secara bersama-sama dalam Koordinasi KELOMPOK KERJA- POKJA. Tentu saja akan efektif karena bermuara pada KOMUNIKASI yang nantinya akan melahirkan SIKAP BERSAMA. Pokja Forum Sinergi STOP STIGMA ini adalah wadah komunikasi dan kerjasama bulanan yang akan bergiliran satu sama lain jadi BUKAN ORGANISASI BARU.

Forum Sinergi STOP STIGMA ini dimaksudkan untuk menggalang potensi yang dimiliki tiap organisasi  dalam penanganan kasus-kasus STIGMA yang terjadi dalam lingkungan kita masing-masing sesuai dengan tupoksi atau ruang lingkup organisasi.

Dari rilis yang diterima redaksi dijelaskan bahwa tujuan dari Forum S3 ini adalah:
1.    Forum S3 adalah wadah komunikasi dan bersinergi dengan POKJA Nasional yang menjadi pilot project atas kasus-kasus STIGMA di Indonesia.
2.    Menggunakan MEDIA yang ada (Medsos, Radio & TV Streaming) untuk terus meng-kampanyekan Gerakan Nasional STOP STIGMA berskala Nasional yang bisa dijangkat dengan platform IoT- Internet on Things.
3.    Dari Focus Group Discussion- FGD sampai Workshop bersama melahirkan Relawan SEJUTA TANGAN yang di-SERTIFIKASI bersama-sama.

 Tentu saja maksud & tujuan dari Forum ini membutuhkan kesediaan berbagi program dan masing-masing organisasi dapat membuka pintu selebar-lebarnya untuk pertemuan selanjutnya.

Mewujudkan Gerakan Bersama tentu saja menghadirkan NEGARA (Pemerintah) dan Masyarakat membutuhkan DEKLARASI.

Untuk itu, Deklarasi SEJUTA TANGAN Stop Stigma menjadi keniscayaan untuk menjadi momentum sinergi mewujudkan melibatkan negara dan masyarakat agar mereka tahu STIGMA yang terjadi dan mau menghentikannya serta tidak melakukan STIGMA sehingga siapapun yang mengalami problematika sosial dapat kembali menjalankan tugas kemanusiaanya untuk memberi manfaat sebesar-besarnya kepada diri, keluarga dan lingkungannya.

Rencananya ada 18 Orsos, kemanusiaan dan profesi akan menggelar Deklarasi Sejuta Tangan Stop Stigma akhir Februari saat CFD di Bunderan HI yang akan menghadirkan 5 Menteri.