Era Jokowi JK; Siap Rekrut Kepala Daerah Jadi Menteri

Era Jokowi JK; Siap Rekrut Kepala Daerah Jadi Menteri

Jakarta, Kabarindo- Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi).

Ia mengisyaratkan akan merekrut kepala daerah berprestasi masuk ke dalam jajaran kabinetnya.

"Ada pokoknya, pokoknya dari seluruh Indonesia ada masuk ke dalam kandidat," kata Jokowi di Balaikota, Senin malam.

Lebih lanjut Jokowi meminta agar tidak terlalu banyak pihak yang turut campur dalam pengambilan keputusan mengenai nama-nama dan latar belakang calon menterinya. "Soal nama jangan ikut ngurusi," katanya singkat.

Hingga saat ini, Jokowi masih melakukan seleksi terhadap para kepala daerah berprestasi. "Gak hafal berapa jumlahnya, tapi yang masuk kandidatnya banyak sekali. Tapi yang kepilih belum ada," katanya.

Salah satu bahan pertimbangan Jokowi dalam melakukan seleksi menteri dari kalangan kepala daerah adalah perhitungan kemampuannya dlam sebuah skala prioritas apakah layak mengurusi urusan Nasional atau lebih baik membangun daerah.

"Ya itu yang harus dikalkulasi, apakah lebih bagus untuk membangun daerahnya atau bisa ditarik untuk kepentingan Nasional. Jadi harus ada pertimbangan dan kalkulasi yang detail," katanya.

Selain terdiri dari para kepala daerah berprestasi, Jokowi juga mempertimbangkan representasi perempuan dalam kabinetnya meski dirinya berkali-kali menegaskan tak akan menggunakan prosentase keterwakilan perempuan dan laki-laki.

Jokowi lebih melihat pada kualitas para kandidatnya.

"Ada juga, tapi tidak pake presentasi," kata dia.

Demikian juga dengan keterwakilan menteri dari kalangan militer, Jokowi mengonfirmasi adanya menteri dari kalangan militer.

Jokowi memastikan akan mengumumkan nama-nama menteri dalam kabinetnya minggu depan.

"Minggu depan saya umumkan. Saat ini masih dalam proses. Mungkin minggu ini Tim Transisi baru serahkan nama-nama. Nama-nama kementerian mungkin juga minggu depan," katanya.

Seperti diketahui, Jokowi-JK telah mengumumkan struktur kementeriannya yang terdiri dari 34 menteri.

Perinciannya, 18 menteri dari kalangan profesional murni dan 16 lainnya dari kalangan profesional partai seperti dilansir dari laman antaranews.