Empat warga Indonesia; Dibebaskan Dari Penjara Australia

Empat warga Indonesia; Dibebaskan Dari Penjara Australia

Jakarta, Kabarindo- Pembebasan ini merupakan tambahan dari tiga warga Indonesia lainnya yang dibebaskan bulan lalu sebagai bagian dari kaji ulang yang sama.
 
Kebijakan Australia adalah untuk memulangkan anak-anak yang tertangkap dalam upaya-upaya penyelundupan manusia, kecuali jika mereka kembali dalam upaya yang kedua. Sejak September 2008, sejumlah 147 warga Indonesia telah dikembalikan ke Indonesia atas dasar bahwa mereka kemungkinan besar masih anak-anak ketika pelanggaran hukum itu berlangsung. Lima puluh enam telah dipulangkan sejak 8 Desember 2011 karena setelah melalui proses mereka diketahui sebagai anak-anak, diberikan manfaat dari keragu-raguan oleh pihak penegak hukum; atau dinyatakan oleh pengadilan sebagai anak-anak.
 
Selain itu, Pemerintah Australia telah mengidentifikasi lagi 28 kasus di mana anak-anak dicurigai telah dinyatakan bersalah dalam pelanggaran penyelundupan manusia dan ditahan di penjara-penjara Australia. Kasus-kasus ini sedang dikaji-ulang atas permintaan Jaksa Agung Australia Nicola Roxon setelah permohonan dilancarkan dari dalam dan luar negeri dari Komisi Hak-Hak Azasi Manusia dan pihak berwenang Indonesia, termasuk Menteri Luar Negeri RI Dr Marty Natalegawa.
 
Pembebasan-pembebasan terbaru melibatkan warga Indonesia yang dinyatakan bersalah atas pelanggaran penyelundupan manusia yang sebelumnya mengklaim bahwa mereka masih anak-anak, sekalipun bila mereka kemudian mengaku di pengadilan bahwa mereka sudah dewasa.
 
Individu-individu dipertimbangkan untuk dibebaskan berdasarkan informasi-informasi lebih lanjut dari Indonesia serta pihak lain bila hal tersebut menimbulkan keraguan tentang apakah mereka mungkin masih anak-anak pada waktu pelanggaran hukum tersebut terjadi.
 
Dua dari empat anak tersebut dibebaskan karena ada informasi baru yang menimbulkan keragu-raguan yang memadai tentang umur mereka pada saat penangkapan.  Kedua anak lainnya, yang juga menerima manfaat dari keragu-raguan tentang usia mereka saat ditangkap, juga dibebaskan lebih awal setelah hampir menyelesaikan jangka waktu non-pembebasan bersyarat mereka.