Empat Perguruan Tinggi Di Lampung; Bentuk Konsorsium

Empat Perguruan Tinggi Di Lampung; Bentuk Konsorsium

Bandarlampung, Kabarindo- Untuk menghadapi globalisasi dan internasionalisasi pendidikan, Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya bersama tiga perguruan tinggi lain di Lampung - Universitas Muhammadiyah Metro, Stikes Muhammadiyah Pringsewu, dan Perguruan Tinggi Mitra Lampung - membentuk konsorsium program internasional.

Menurut Rektor IBI Darmajaya Dr Andi Desfiandi SE MA, di Bandarlampung, Selasa (18/11), kesepakatan membentuk konsorsium empat perguruan tinggi swasta di Lampung itu berlangsung di Kampus IBI Darmajaya Bandarlampung dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Rektor IBI Darmajaya, Wakil Ketua III Perguruan Tinggi Mitra Lampung Ir Affan Zaldi Erya, Ketua Stikes Muhammadiyah Pringsewu Asri Rahmawati Ns SKep MKep, dan Wakil Rektor III UM Metro Drs Jazim Ahmad MPd pada Senin (17/11).

Kepala Kantor Hubungan Internasional (KUHI) Darmajaya Rahmalia Syahputri mengatakan konsorsium dibentuk sebagai wadah komunikasi antarperguruan tinggi khususnya berkenaan program internasional.

Menurut dia, konsorsium bisa menjadi sarana untuk melaksanakan kegiatan bersama yang saling menguntungkan untuk penguatan program internasional.

"Kerja sama ini menjadi jembatan untuk berbagi sumber daya yang sepadan dengan fungsi dan kapasitasnya masing-masing. Kami meyakini bahwa tidak ada satu pun perguruan tinggi yang mampu menjawab segala kebutuhan dan tantangan dunia pendidikan secara mandiri, dibutuhkan kerja sama antarperguruan tinggi untuk mengisi kekosongan atau kekurangan satu sama lain," katanya lagi.

Dia menjelaskan konsorsium didasari pemikiran tentang strategi kemitraan yang mengedepankan pembangunan sumber daya manusia melalui kerja sama dalam pendidikan dan pengajaran untuk peningkatan kualitas perguruan tinggi.

Konsorsium melibatkan perguruan tinggi di Lampung yang telah memiliki kantor urusan internasional/program internasional dan ada kemauan yang kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan Lampung dan Indonesia dalam bentuk kompetisi yang sehat, ujarnya lagi.

Rektor IBI Darmajaya Dr Andi Desfiandi SE MA mengatakan globalisasi merupakan tantangan berat yang harus dihadapi perguruan tinggi pada tahun mendatang, sehingga dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi untuk bersama-sama menghadapi tantangan tersebut.

"Tak lama lagi kita dihadapkan dengan ASEAN Economic Community, dan ini menjadi tantangan kita bersama apakah kita bisa mengambil manfaatnya atau sebaliknya hanya sebatas menjadi penonton. Pembentukan konsorsium ini, mudah-mudahan bisa menjadi kekuatan bagi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan globalisasi," ujar Andi.

Pembentukan konsorsium kerja sama internasional mendapat sambutan baik dari perguruan tinggi yang bergabung.

Menurut Asri Rahmawati dari Stikes Muhammadiyah Pringsewu, kerja sama internasional masih menjadi hal baru di perguruan tinggi yang dinaunginya.

Pembentukan konsorsium diharapkan bisa menjadi wadah untuk berbagi ilmu dan pengetahuan khususnya tentang kerja sama internasional.

"Saya ucapkan terima kasih kepada IBI Darmajaya, yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk ikut bergabung dalam konsorsium program internasional. Ini merupakan kehormatan bagi kami bisa menjadi bagian dari konsorsium. Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi masing-masing institusi dan masyarakat luas," katanya pula seperti dilansir dari laman beritasatu.