ESDM Gandeng Kemhub; Tetapkan 14 Pelabuhan Batubara

ESDM Gandeng Kemhub; Tetapkan 14 Pelabuhan Batubara

Jakarta, Kabarindo- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemhub) terkait penetapan pelabuhan khusus kegiatan ekspor komoditas batubara.

Rencananya ada 14 pelabuhan utama di Sumatera dan Kalimantan yang melayani pertambangan batubara.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar mengatakan pihaknya sudah melayangkan usulan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Perla) Kemhub terkait penetapan pelabuhan khusus tersebut. "Kami usulkan sebanyak 14 pelabuhan khusus. Bulan ini akan ada rapat lagi membahas hal itu," kata Sukhyar di Jakarta, Senin (4/8).

Sukhyar menuturkan, penetapan 14 pelabuhan itu bertujuan untuk membenahi sistem pengangkutan batubara. Dengan begitu maka aksi penyeludupan batubara keluar negeri bisa dimilimalisir. Pasalnya setelah penetapan pelabuhan khusus tersebut, maka kegiatan ekspor hanya diperbolehkan melalui pelabuhan tersebut.

"Penataan pengangkutan batubara dalam rangka optimalisasi penerimaan negara dari sektor pertambangan," ujarnya

Adapun 14 pelabuhan yang direncanakan menjadi pelabuhan utama masing-masing terdapat 7 pelabuhan di Kalimantan dan Sumatera.

Untuk wilayah Kalimantan akan mencakup Kalimantan Timur, Balikpapan Bay, Adang Bay, Berau dan Maliy, Kalimantan Selatan, Tobaneo, Pulau Laut, Sungai Danau dan Batu Licin. Sedangkan untuk Sumatera mencakup Aceh, Padang Bay, Riau Bay, Jambi Bay, Bengkulu Port, Tanjung Api-Api dan Tarahan seperti dilansir dari laman beritasatu.