Dubes Hotmangaradja; Serahkan Surat Kepercayaan Kepada Unesco

Dubes Hotmangaradja; Serahkan Surat Kepercayaan Kepada Unesco

London, Kabarindo- Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Paris merangkap Delegasi Tetap RI untuk UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization), Dr. Hotmangaradja Pandjaitan.

Ia menyerahkan surat kepercayaan (credentials) kepada Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova, di kantor pusat UNESCO, Place de Fontenoy, Paris, Selasa.

Penyerahan surat kepercayaan tersebut secara resmi menandai pelaksanaan tugas Duta Besar Duta Besar Dr. Hotmangaradja Pandjaitan sebagai Delegasi Tetap Indonesia untuk UNESCO berkedudukan di Paris, demikian Minister Councellor KBRI Paris, Henry R W Kaitjily kepada Antara London, Rabu.

Pada acara penyerahan surat kepercayaan tersebut, Dubes Dr. Hotmangaradja Pandjaitan menyampaikan salam dari Presiden RI dan Menteri Luar Negeri RI kepada Dirjen UNESCO.

Dubes menyampaikan harapannya agar kerjasama antara UNESCO dan Indonesia dapat terus berlanjut dan makin meningkat intensitasnya di masa yang akan datang. Indonesia juga berharap dapat menjadi pendukung dan makin aktif dalam kegiatan-kegiatan yang menjadi isu prioritas UNESCO.

Dirjen UNESCO Irina Bokova dalam tanggapannya menyampaikan harapan agar UNESCO dan Indonesia dapat terus meningkatkan kerjasama yang selama ini terjalin baik. Peningkatan kerjasama dapat ditingkatkan pada bidang kompetensi UNESCO yaitu yaitu bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

Dalam acara itu juga hadir Asisten Dirjen UNESCO bidang External Relation and Public Information (ERI), Eric Falt. Sementara itu Dubes didampingi Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Tubagus Ahmad Fauzi Soelaiman, Deputy Chief of Mission KBRI Paris, dan pejabat fungsional yang menangani UNESCO.

Dubes Dr. Hotmangaradja Pandjaitan tiba di Paris tanggal 16 Desember 2014 menjalankan tugas sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Prancis, Monaco, dan Andora serta Delegasi Tetap Republik Indonesia di UNESCO seperti dilansir dari laman antaranews.