Dua Pejetski Indonesia; Kembali Berjaya

Dua Pejetski Indonesia; Kembali Berjaya

Jakarta, Kabarindo– Dua bersaudara Aero dan Aqsa Aswar kembali meraih prestasi bergengsi di kancah jetski internasional. Atlet muda Indonesia berusia 19 dan 17 tahun itu menjuarai seri keempat US Nation Tour di Colonial Beach, Virginia, AS yang berakhir akhir pekan kemarin.

Di kelas puncak Pro-Am Run About Open, Aero tampil dominan seperti seri sebelumnya di Nevada. Pembalap tim pabrikan Yamaha itu seperti tak punya lawan di Moto1 dan Moto2. Ia dalam posisi holeshot (terdepan) dari garis start hingga finish dan tampil juara. Sayang, drama menegangkan sekaligus mengesalkan tim Indonesia terjadi di Moto3 sehingga Aero harus puas finish di posisi ke-5. Sesaat sebelum race terakhir itu, Aero dituding melakukan jump start (nyolong start) karena terlalu cepat keluar dari gate-nya. Alhasil, ia dikenakan penalti berupa Dead Engine Start atau prosesi start dalam keadaaan mesin dimatikan.

Beda dengan dua Moto sebelumnya, kini perjuangan ekstra keras dilakoni Aero untuk mengejar sejumlah pembalap di depan dan akhirnya bisa mencapai urutan ke-3. Tapi, masalah tetap saja ada. Ada peserta yang memprotesnya dengan tuduhan memasukkan kunci pacuan saat melakoni penalti. Aero membantah hal itu, namun tak ingin memperpanjang persoalan dan akhirnya ikhlas saja kalau posisi finish-nya diturunkan dari 3 menjadi ke-5.

“Peristiwa di Moto3 baru kali ini aku alami. Ambil hikmahnya saja sebagai pelajaran. Yang jelas balapan kali ini sangat seru, seru banget. Justru kejadian di Moto3 itu bikin balapannya semakin seru karena menyalip begitu banyak pembalap,” komentar Aero yang tengah disiapkan Indonesia mengikuti kejuaraan dunia 2014, World Finals, pada Oktober mendatang.

Ia salah satu favorit juara dunia tahun ini berkat prestasinya di US Nation Tour dalam dua musim terakhir dan prestasi sebagai peringkat 3 dunia.

Buat Aero, event di Virginia ini terbilang sukses spesial karena ia menggunakan mesin kelas Stock  di semua Moto. Itu sekaligus barometer untuk menakar diri dari kontestan lain yang juga memacu mesin Yamaha maupun Kawasaki di baris depan. “Mesin utama (Open) kami simpan untuk penampilan khusus di seri terakhir karena hitungan poinnya ganda. Mesin ini lebih mantap dengan rpm 9400 dan top speed mencapai 150 kpj.”

Seri kelima US Nation Tour berlangsung di Lake Hartwell, Georgia (9-10 Agustus) dan seri pemungkas di Charleston, West Virginia (16-17 Agustus).

“Itu persiapan terbaik menjelang World Finals. Alhamdulillah saat ini memimpin klasemen US Nation Tour, jadi modal penting ke kejuraaan dunia,” ujar Aero yang melakoni karir profesionalnya sebagai atlet jetski sembari kuliah di Negeri Paman Sam.

Pada event yang sama, sang adik, Aqsa, menorehkan prestasi tak kalah mentereng. Turun di kelas Pro-Am Runobout Limited yang grade-nya satu tingkat di bawah Open, Aqsa mencetak hattrick dengan menjuarai Moto1, 2, dan 3. Pembalap tuan rumah Cameron Frame berkali-kali mencoba lewati Aqsa, namun berkali-kali juga gagal dan harus puas sebagai runner up di tiga sesi lomba.

Fully Sutan Aswar, ayah yang juga pelatih kedua remaja itu, mengaku sudah memprediksi hasil yang bakal dicapai putra-putranya. Tak lain karena konsistensi penampilan Aero maupun Aqsa sejak awal kompetisi.

“Insiden Aero di garis start tak boleh terjadi lagi pada dua seri balap terakhir, khususnya di World Finals mendatang. Ini koreksi penting buat tim karena seri sebelumnya di Nevada juga terjadi insiden jelang start, saat pacuan Aero kekurangan bahan bakar. Ya, semoga saja Merah Putih tetap berkibar di event selanjutnya,”  tandas Fully yang setiap saat  memompa dan menebalkan nasionalisme Aero dan Aqsa di medan laga.