Dua Film Peraih Piala Dewantara; Siap Tampil Di JIFFest 2013

Dua Film Peraih Piala Dewantara; Siap Tampil Di JIFFest 2013

Jakarta, Kabarindo- Setelah 2 (dua) tahun absen, tahun ini Jakarta International Film Festival [JIFFest] kembali menemui para penggemar film berkualitas.

Meski diselenggarakan dalam format yang lebih sederhana, namun JIFFest tetap hadir dengan sejumlah program menarik, salah satunya adalah Pop Up Cinema.

Program Pop Up Cinema perlu mendapat perhatian tersendiri karena menjadi etalase bagi sejumlah film Indonesia terbaru. Tak hanya bagi film cerita panjang, program ini juga membuka diri untuk film pendek hingga dokumenter.

Ada 2 (dua) judul film yang sebelumnya berjaya di Apresiasi Film Indonesia 2013 ditampilkan disana. Yaitu film berjudul Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya [besutan: Yosep Anggi Noen] dan Halaman Belakang [karya: Yusuf Radjamuda].

Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya baru saja memboyong 2 (dua) Piala Dewantara dari Apresiasi Film Indonesia 2013 untuk kategori “Apresiasi Film Cerita Panjang Non Bioskop” dan “Apresiasi Sutradara Perdana”. Sementara Halaman Belakang juga membawa pulang Piala Dewantara untuk kategori “Apresiasi Film Pendek”.

Halaman Belakang dijadwalkan untuk bisa ditonton di JIFFest pada hari Sabtu, 16 Nopember 2013 pukul 18.00 wib, di Gedung Indonesia Kaya, Grand Indonesia (lantai 8). Sementara jadwal pemutaran Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya juga ditayangkan pada hari Sabtu, 16 Nopember 2013 pukul 20.00 wib.

Ichwan Persada, selaku Ketua Tim Ahli Apresiasi Film Indonesia 2013, menyambut baik program Pop Up Cinema ini. “Program ini jadi salah satu jalan bertemunya pembuat film dan penonton film, terutama bagi film yang masih susah menemukan ruang geraknya di wilayah mainstream/bioskop. Saya rasa program ini bisa jadi alternatif dan perlu untuk dipublikasikan secara luas.” Ucapnya.

Di temui di tempat terpisah, Firman Baso, yang bertindak sebagai Ketua Pelaksana AFI 2013 juga turut mendukung program Pop Up Cinema yang diusung oleh JIFFest tersebut. “Semoga kehadiran program Pop Up Cinema dapat menjadi ajang bertemunya para penggemar film, pembuat film, komunitas film, serta semua orang yang terkait di dalam industri film Indonesia, agar semakin memajukan perfilman tanah air.”