Dishidros TNI AL; Gelar Seminar Sosialisasi Penggunaan ECDIS

Dishidros TNI AL; Gelar Seminar Sosialisasi Penggunaan ECDIS

Ancol, Jakarta, Kabarindo- Dalam rangka mendukung keselamatan navigasi di laut dan perairan Indonesia, pekan ini.

Dinas Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut menggelar seminar sosialisasi penggunaan Electronic Charts Display and Information System (ECDIS) di Kantor Dishidros, Ancol Timur , Jakarta Utara.

"Forum ini sebagai ajang silaturahmi dari masing-masing pihak, baik stakeholder dan pihak pemerintah, agar upaya dan kerjasama dalam  menyediakan sarana dan prasarana keselamatan bernavigasi (pelayaran) di laut dapat terwujud," ujar Laksamana Pertama TNI Daryanto, Kepala Dinas Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut saat memberikan sambutannya kepada  para peserta seminar di Ruang Serba Guna, Dishidros.

Dia juga menyampaikan bahwa, perlunya keselamatan navigasi di laut ini dilatarbelakangi dengan semakin meningkatnya transportasi kapal-kapal barang yang menggunakan jalur laut.

"Hingga saat ini, transportasi barang melalui jalur laut masih menjadi primadona bagi pelaku bisnis perniagaan antar negara dan antar benua," ujarnya.

Berbagai jalur transportasi laut di dunia, beberapa diantaranya berada di perairan Indonesia, antara lain ada selat Singapura, selat Malaka, dan Alur laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I,II dan III.
Dimana dalam skala nasional, jalur transportasi laut tersebut juga merupakan penopang utama untuk  perekonomian nasional.

Terdapat 102 pelabuhan yang tersebar di Indonesia dan akan terus bertambah jumlahnya seiring dengan kebijakan pemerintah R.I yang akan menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Dengan demikian, "Hal ini sangat  membutuhkan sarana dan prasarana keselamatan bernavigasi di laut sehingga kapal-kapal dapat berlayar dengan aman dan lancar dari suatu pelabuhan ke pelabuhan lainnya," ujar Laksamana Pertama TNI Daryanto.

Terdapat banyak sarana dan prasarana keselamatan bernavigasi di laut, salah satunya dan sebagai komponen penting bagi mariner adalah Peta Laut (Nautical Chart).
"Dishidros telah menerbitkan 493 peta elektronik yang siap memberikan layanan informasi yang selalu up to date, serta menyediakan segala sesuatu terkait pengelolaan data agar dapat mendukung fungsi pelayanan keselamatan pelayaran dan jalur pelayaran yang aman dan lancar dari pelabuhan ke pelabuhan lainnya," ungkapnya.
Beliau juga menambahkan bahwa, peta laut ini sifatnya dinamis dan pemutakhiran datanya dilaksanakan secara periodik guna mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran, serta perlindungan lingkungan laut.

Dalam kesempatan itu pula, Daryanto mengatakan bahwa Dinas Hidro-Oseanografi Angkatan Laut sebagai sebuah Lembaga Hidrografi Nasional di Indonesia untuk melaksanakan tugas dan fungsinya didasari oleh Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 164 Tahun 1960, dimana Dishidros mengemban tugas sebagai penanggung jawab dalam memberikan jaminan keselamatan pelayaran di seluruh wilayah perairan Indonesia.

"Tugas dan fungsi Dishidros diarahkan untuk menghasilkan produk-produk kenautikaan dari kegiatan survei dan pemetaan hidrografi yang memiliki nilai penting dan strategis untuk mendukung kepentingan aspek militer maupun kepentingan umum (publik)," jelasnya.

Dishidros dalam menjalankan tugasnya, telah melakukan survey dan pemetaan Hidro-Oseanografi diseluruh perairan Indonesia, baik di pelabuhan-pelabuhan maupun di alur-alur pelayaran di nusantara. Dan data hasil survey dan pemetaan tersebut ditampilkan di dalam peta laut Indonesia.
"Ada 2 macam peta laut, yakni peta kertas dan peta digital (Electronic Navigational Chart/ENC)," ujar Laksamana Pertama TNI Daryanto.
Dan, lanjut Daryanto, pada era digital saat ini, serta sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh International Maritime Organization (IMO) kapal-kapal dengan bobot tertentu (minimal 10.000 dwt) diwajibkan menggunakan Electronic Chart Display and Information System (ECDIS). Bahkan IMO sejak 2009 sudah mengeluarkan aturan-aturan terkait kewajiban penggunaan ECDIS bagi kapal-kapal sampai dengan tahun 2018 melalui SOLAS, dan aturan tersebut telah diikuti oleh beberapa stakeholder terkait, antara lain IHO (International Hydrographic Organization), kantor-kantor Hidrografi dari seluruh dunia, produsen hardware dan software ECDIS, pusat pelatihan ENC dan ECDIS, biro klasifikasi kapal, perusahaan perkapalan, dan lainnya dalam membuat standarisasi ECDIS.

Dalam sambutan terakhirnya, Kepala Dinas Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut menyampaikan dan berharap kegiatan seminar ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak dan kita semua, untuk bersama sama  menciptakan pelayanan keselamatan navigasi di wilayah dan jalur perairan laut, tuturnya tutup.